Thursday, 11 May 2017

Titik Terapi Akupuntur dan Dampaknya Untuk Kesehatan




Terapi pengobatan akupuntur menggunakan jarum-jarum yang ditusukkan pada titik-titik yang tersebar di seluruh tubuh. Benarkah akupuntur bisa digunakan sebagai terapi untuk mengatasi penyakit?

Dalam akupuntur, terapis akan menargetkan beberapa titik khusus di tubuh. Ini didasarkan pada kepercayaan Tiongkok yang menyebutkan akan adanya aliran energi yang dikenal dengan sebutan Qi. Penyakit bisa muncul jika aliran Qi terhambat. Lewat penusukan di titik-titik tertentu, akupuntur bisa menjadi salah satu terapi untuk melancarkan aliran Qi sekaligus mengobati berbagai penyakit.


Di tubuh tiap manusia dipercaya terdapat lebih dari 400 titik akupuntur yang jika distimulasi akan merespons organ atau bagian tubuh tertentu dan menimbulkan efek terapeutik. Contohnya, ada 21 titik akupuntur yang dipercaya memengaruhi organ limpa, 19 yang berkaitan dengan usus kecil, 67 titik yang memengaruhi kerja kandung kemih, dan 9 titik akupuntur pada jantung.

Titik-titik inilah yang ditargetkan oleh akupunturis selama sesi perawatan karena sakit dipercaya disebabkan oleh adanya aliran Qi yang terhalang. Namun ternyata keberadaan titik-titik akupuntur masih bersifat kontroversial karena belum adanya dukungan bukti yang kuat.


1. Terapi setelah stroke

Akupuntur bisa dijadikan terapi alternatif bagi pasien rehabilitasi setelah stroke, meski keefektifannya masih menjadi perdebatan. Stroke bisa mengakibatkan penderitanya mengalami kerusakan otak, menyebabkan sebagian dari mereka mengalami kesulitan bicara dan bergerak .

Anda bisa mencoba terapi akupuntur untuk stroke. Namun yang harus diingat, ini tetaplah terapi alternatif. Meski ada sebagian orang yang telah merasakan manfaatnya, belum ada bukti ilmiah kuat yang mendukung.

2. Mengatasi obesitas dengan diimbangi olahraga dan diet

Kombinasi dari program diet dan rutinitas olahraga dengan akupuntur bisa membantu proses penanganan obesitas. Stimulasi dari jarum akupuntur bertujuan merangsang produksi hormon tertentu, menurunkan level substansi pemicu lapar dan nafsu makan, serta mengurangi jumlah lipid atau lemak dalam aliran darah. Namun, keefektifan akupuntur dalam menangani berat tubuh berlebihan masih perlu diteliti lebih lanjut. Yang jelas, dalam menurunkan berat badan, akupuntur sendiri belum cukup. Diperlukan pola makan yang sehat dan disiplin dalam berolahraga secara teratur.

3. Terapi radang sendi

Penyakit arthritis atau radang sendi juga bisa diredakan melalui akupuntur. Namun di sini harus ditekankan bahwa akupuntur adalah terapi pelengkap dari perawatan medis yang Anda terima, maka hindari untuk menjadikan akupuntur sebagai satu-satunya acuan. Sakit lutut akibat osteoarthritis juga dikabarkan bisa diredakan dengan akupuntur. Sebagian orang telah merasakan hasilnya, terutama yang berhubungan dengan pemulihan rasa sakit dan kaku otot.

4. Anti Penuaan

Terapi akupuntur juga dikabarkan memiliki fungsi kosmetik, yaitu melawan penuaan dengan membantu mengurangi bercak dan kerutan pada wajah, serta mengangkat kelopak mata yang terkulai. Terapi ini dikenal dengan istilah akupuntur kosmetik. Keefektifan akupuntur dalam bidang kecantikan belum dibuktikan sepenuhnya dan masih perlu diteliti lebih lanjut.

Konsultasikan kepada dokter jika Anda ingin menempuh terapi pengobatan akupuntur.Pastikan Anda menerima terapi ini dari ahli yang telah tersertifikasi dan di tempat dengan fasilitas yang memadai.

5. Mengantisipasi Risiko Eksternal

Saat memutuskan untuk melakukan terapi akupuntur, hal pertama yang harus diperhatikan adalah kredibilitas terapis. Seorang terapis ideal harus berpengalaman atau setidaknya telah terlatih. Jika tidak, akan muncul risiko, seperti penyakit yang makin parah akibat salah posisi jarum, atau penusukan terlalu dalam yang bisa menyebabkan cedera organ internal.

Hal kedua yang terpenting adalah higienitas dari klinik dan terutama jarum akupuntur yang digunakan. Pastikan jarum akupuntur telah disterilisasi dengan benar atau gunakan jenis yang sekali pakai. Jika tidak, risiko infeksi seperti hepatitis bisa muncul akibat kelalaian akupunturis dalam menggunakan jarum yang kotor.



SEMOGA BERMANFAAT

Wednesday, 10 May 2017

Cara Pengobatan Penyakit Croup




Croup adalah salah satu jenis infeksi saluran pernapasan yang umumnya dialami anak-anak berusia enam bulan hingga tiga tahun namun dapat juga menyerang anak-anak yang berusia lebih tua. Croup umumnya disebabkan oleh virus yang menjangkiti laring atau kotak suara dan trakea atau batang tenggorokan, keduanya merupakan jalan masuk udara ke paru-paru. Infeksi pada saluran pernapasan atas ini mengakibatkan suara batuk yang khas seperti menggonggong.


Penyebab umum croup adalah virus parainfluenza. Dibandingkan virus-virus parainfluenza lain yang berada di dalam keluarganya, virus parainfluenza I merupakan tipe virus yang paling banyak menyebabkan croup. Virus ini menyebar melalui sentuhan dengan orang, benda, atau permukaan apa pun yang telah terkontaminasi. Virus ini juga dapat menyebar melalui udara, melalui bersin, dan batuk. Beberapa virus lain yang dapat memicu croup adalah virus flu (influenza  A dan B), campak, pilek (rhinovirus), enterovirus (penyebab penyakit tangan, kaki, dan mulut), dan RSV (penyebab pneumonia pada bayi).

Croup dapat dialami lebih dari satu kali selama masa anak-anak dan umumnya terjadi di saat yang sama dengan merebaknya flu dan pilek. Anak laki-laki lebih banyak terkena penyakit ini dibandingkan anak perempuan. Infeksi virus menyebabkan pembengkakan pada laring dan penyumbatan pada trakea yang dapat berpengaruh juga kepada paru-paru.

Selain infeksi virus, infeksi bakteri juga dapat menjadi penyebab. Beberapa kondisi lain juga bisa memicu croup, seperti tanpa sengaja menghirup benda atau zat yang kecil (misalnya kacang), peradangan pada area epiglotis (epiglotitis), dan alergi. Menghirup zat kimia turut dapat menyebabkan peradangan dan memicu kondisi croup, begitu juga dengan keadaan keluarnya asam dari perut menuju tenggorokan atau acid reflux.


Beberapa gejala yang menyerupai flu dapat dialami anak beberapa hari sebelum timbulnya gejala croup, seperti hidung beringus, sakit tenggorokan, batuk, dan demam yang dapat berlangsung hingga beberapa hari.

Gejala umum croup yang kemudian menyertai kondisi ini, antara lain kesulitan bernapas, suara yang serak, suara batuk seperti menggonggong yang keras, dan suara kasar bernada tinggi saat menghirup napas. Suara dan gejala ini akan lebih mudah terdengar dan bertambah buruk saat anak menangis atau ketika mereka tidur di malam hari. Gejala ini dapat berlangsung beberapa hari hingga dua minggu.

Segera temui dokter jika anak Anda mengalami gejala yang lebih serius, seperti sesak napas dengan jarak mengambil napas yang terlalu dekat sehingga anak susah berbicara maupun makan atau minum. Dengarkan suara dada anak untuk mengecek suara napas, irama detak jantung yang bertambah cepat atau sebaliknya. Perhatikan anak yang menjadi resah, mudah merasa terganggu, serta selalu merasa lelah dan mengantuk. Batuk yang bertambah parah, demam, kulit yang berubah warna menjadi membiru atau pucat, serta tulang dada dan rusuk yang makin terlihat  juga bisa dianggap sebagai gejala yang membutuhkan tindakan medis secepatnya.

Pemeriksaan tenggorokan anak yang dilakukan sendiri sangat tidak disarankan karena dapat berdampak buruk kepada saluran udara dan menambah pembengkakan yang membuat bernapas menjadi makin sulit. Bawalah anak ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang sesuai dengan gejala yang dialaminya.


Mempelajari gejala dan mengecek kondisi fisik pasien, seperti suara batuk dan suhu badan, dapat dilakukan untuk mempersempit dugaan penyebab croup. Dokter mungkin akan melakukan sebuah tes untuk mengetahui kadar oksigen di dalam darah (pulse oxymetry) serta memastikan keperluan perawatan di rumah sakit atau di rumah.

Beberapa gangguan lain, seperti gangguan pada saluran udara, abses pada jaringan tenggorokan, dan reaksi alergi memiliki gejala yang serupa dengan croup. Untuk itu beberapa tes tambahan, seperti pemindaian dada atau trakea bagian atas, mungkin dilakukan untuk mengesampingkan faktor yang bukan penyebab kondisi ini.


Pemberian cairan yang cukup diperlukan dalam menangani croup ringan di rumah untuk mencegah dehidrasi pada anak. Air putih, ASI, atau susu formula dapat diberikan pada anak bayi maupun anak yang lebih besar. Buatlah anak merasa nyaman dan tenang karena menangis dapat menambah parah gejala kondisi ini. Dokter dapat memberikan jenis obat kortisteroid oral yang akan membantu meredakan pembengkakan di tenggorokan dan parasetamol khusus anak untuk meredakan demam serta rasa sakit yang muncul.

Perhatikan efek samping akibat pemberian obat-obatan ini, seperti gelisah, pusing, gangguan pada perut, dan muntah. Obat-obatan ini juga tersedia dalam bentuk cairan dan dapat diperoleh secara bebas di apotek atau supermarket. Jangan berikan obat batuk atau dekongestan karena dapat membahayakan kondisi anak yang sedang mengalami kesulitan bernapas. Anak yang berusia di bawah 16 tahun sebaiknya tidak diberikan aspirin. Bicarakan bersama dokter atau apoteker mengenai jenis obat yang sesuai untuk kondisi dan usia anak Anda.

Anak yang terus mengalami gangguan pernapasan sebaiknya segera diperiksakan ke dokter karena dapat memerlukan penanganan lebih lanjut di rumah sakit. Suntikan adrenalin melalui nebulizer dapat mengurangi gejala croup yang makin parah. Anak akan menghirup obat dalam bentuk titik-titik air kecil.

Pada kasus lainnya, anak dapat memerlukan intubasi, yaitu dimasukannya sebuah selang melalui lubang hidung atau mulut hingga melewati trakea untuk mempermudah pernapasan. Proses ini membutuhkan pembiusan umum agar anak tidak merasa takut dan sakit.

Kasus kematian anak akibat croup sangat jarang ditemukan karena pada sebagian besar kasus, kondisi ini akan membaik dengan sendirCroup adalah salah satu jenis infeksi saluran pernapasan yang umumnya dialami anak-anak berusia enam bulan hingga tiga tahun namun dapat juga menyerang anak-anak yang berusia lebih tua. Croup umumnya disebabkan oleh virus yang menjangkiti laring atau kotak suara dan trakea atau batang tenggorokan, keduanya merupakan jalan masuk udara ke paru-paru. Infeksi pada saluran pernapasan atas ini mengakibatkan suara batuk yang khas seperti menggonggong.


Walau jarang, croup dapat menyebabkan gangguan saluran napas yang berujung pada gangguan napas berat, bahkan gagal napas. Kondisi gagal napas ditandai dengan terhentinya pernapasan, namun jantung tetap berdetak.

Komplikasi lainnya adalah peradangan pada salah satu atau kedua jaringan paru-paru yang dikenal dengan penyakit pneumonia. Infeksi lainnya adalah bakteri trakeitis (peradangan pada trakea), infeksi telinga tengah, dan lymphadenitis (peradangan pada kelenjar getah bening).



Menjaga kebersihan serta menjauhkan anak dari penderita lainnya adalah hal utama dalam pencegahan penyebaran croup. Seperti halnya flu, penyakit ini dapat menyebar dengan mudah jika Anda tidak rajin membiasakan anak untuk rajin mencuci tangan. Anjurkan anak untuk mengarahkan bersin ke area siku untuk mengurangi risiko penularan virus ke orang lain. Selain itu, vaksinasi rutin juga menjadi satu cara lain melindungi anak dari jenis infeksi pemicu kondisi croup. 

Beberapa vaksin anak yang memiliki pencegahan ini, antara lain vaksin MMR untuk perlindungan dari campak, campak jerman atau rubella, dan gondongan. Lalu vaksin DtaP/IPV/Hib untuk perlindungan dari tetanus, polio, difteri, batuk rejan, dan Haemophilus influenzae type b penyebab pneumonia.



SEMOGA BERMANFAAT

Tuesday, 9 May 2017

Inilah Titik Akupresur Untuk Melancarkan Energi Vital




Jauh sebelum ditemukan jarum suntik dan obat-obatan, bangsa China lebih dulu mengenal teknik akupresur. Metode ini relatif mudah dan murah karena hanya membutuhkan kedua tangan. Anda pun dapat menjaga kebugaran maupun mengatasi beragam keluhan secara mandiri.

Prinsip akupresur adalah menekan atau merangsang titik-titik akupuntur yang ada di permukaan tubuh. Hal ini dimaksudkan untuk menyelaraskan energi vital tubuh atau sumber daya kekuatan tubuh (chi), sumber daya kekuatan tubuh (prana) maupun tenaga dalam yang terdiri dari unsur yin dan yang. 

Penyelarasan aliran energi ini sangat memengaruhi kualitas kesehatan seseorang. Artinya, ketika aliran ini terhambat atau berkurang, tubuh akan sakit. Jika aliran ini selaras atau baik, derita sakit akan berkurang bahkan hilang sehingga badan jadi sehat.

Salah satu teknik untuk melancarkan energi vital adalah akupresur dengan menekan titik tertentu atau biasa disebut acupoint. Menggunakan telunjuk maupun ibu jari untuk menstimulasi aliran energi di meridian. Teknik ini sudah digunakan ratusan tahun dengan sangat aman dan efektif. Akupresur sangat mudah dipelajari dan juga membutuhkan hanya sedikit waktu untuk menerapkannya.

Acupoint terletak di seluruh tubuh, di dekat permukaan kulit, dan terhubung satu sama lain melalui jaringan meridian yang kompleks. Ada ratusan acupoint di meridian seluruh tubuh. Setiap acupoint mempunyai efek khusus pada sistem tubuh atau organ tertentu. Menstimulasi dan memijat secara lembut titik tersebut akan merangsang terjadinya perubahan fisiologi tubuh dan memengaruhi keadaan mental dan emosional.

Berikut beberapa titik akupresur yang dapat Anda pelajari dan bermanfaatkan guna mengatasi beberapa keluhan :

Seputar kepala
  • Lakukan akupresur di titik yang terletak di kepala bagian tengah, yakni antara garis yang menghubungkan kedua telinga dan garis yang ditarik dari bagian tengah hidung. Efektif mengurangi rasa tegang di kepala.
  • Lakukan akupresur di titik yang terletak di sudut mata bagian luar. Efektif mengurangi rasa tegang di dahi dan nyeri sekitar mata.
  • Lakukan akupresur di titik yang terletak di belakang pergelangan kaki. Efektif mengurangi nyeri kepala dan leher kaku.
  • Lakukan akupresur di titik yang terletak di tengah antara dua alis. Efektif mengurangi nyeri kepala bagian depan dan nyeri kepala akibat hidung tersumbat.
  • Lakukan akupresur di titik yang terletak satu ibu jari dari ujung alis mata dan sudut luar mata. Efektif mengurangi nyeri akibat migrain dan nyeri mata.

Seputar pencernaan
  • Titik yang terletak empat jari di bawah tempurung lutut merupakan titik penguat sistem pencernaan dan mengurangi nyeri kepala akibat ketidakseimbangan sistem pencernaan, intoleransi makanan, dan kelelahan.
  • Pemijatan dari pusar samping kiri kanan dua cun (titik usus besar), efektif memperbaiki fungsi limpa, lambung, usus, dan mengusir angin.
  • Pemijatan pada tonjolan di geraham (mengigit dengan keras ada sebuah tonjolan otot), efektif untuk mengusir angin.

Membuat rileks
  • Akupresur di pergelangan tangan (bagian bawah dalam) mampu menyelaraskan darah dan ritme jantung.
  • Lakukan akupresur di titik yang terletak di kepala bagian tengah, yakni antara garis yang menghubungkan kedua telinga dan garis yang ditarik dari bagian tengah hidung.
  • Titik yang terletak di dekat pergelangan tangan sejajar dengan jari kelima, efektif membuat rileks tubuh. Merupakan titik kunci untuk mengurangi segala kecemasan dan gangguan tidur.
  • Titik yang terletak di antara tendon, tiga jari di atas pergelangan tangan, efektif mengurangi kecemasan dan membuat rileks tubuh.

Catatan :
  • Satu cun sama dengan jarak antara kerutan persendian buku jari tangan.
  • Lakukan pemijatan (akupresur) tiap titik selama 30 detik hingga dua menit.
  • Posisi orang yang dipijat sebaiknya telentang atau duduk, tidak dalam keadaan berdiri.
  • Sebelum memijat tangan dicuci bersih, tidak berkuku panjang dan tajam.
  • Wanita hamil tidak boleh dipijat pada beberapa titik akupresur (terutama di bagian yang langsung ke janin seperti perut).
  • Alat bantu pijat yang digunakan bersih, tidak tajam dan menyakitkan.
  • Pemijatan dapat dilakukan dengan ujung-ujung jari, kepalan tangan, telapak tangan, pangkal telapak tangan, dan siku. Tidak diperkenankan menggunakan lutut atau telapak kaki.





SEMOGA BERMANFAAT

Friday, 5 May 2017

Inilah Titik Akupresur Untuk Polip Hidung




Polip hidung adalah tumor pada rongga hidung yang dtandai dengan hipertrofi atau radang pada membran mukosa. Polip ini pada umumnya tumbuh pada bagian tengah rongga dan dapat berjumlah lebih dari satu. Polip dapat menyebabkan pernafasan terganggu.


Seseorang yang terkena infeksi hidung (polip) akan mengalami peningkatan dalam produksi lendir, pernafasan yang tersumbat, dan tekanan dalam hidung. Polip yang tumbuh akan melekat pada dasar dinding rongga hidung, sedangkan polip yang telah matang akan memiliki tangkai.

Polip yang dibiarkan akan berujung pada sinusitis atau bahkan keretakan pada tulang hidung bila polip terus tumbuh membesar.


Secara medis polip hidung dapat diobati dengan kortikosteroid yang berguna untuk mengecilkan ukuran polip hidung. Obat jenis ini dapat diberikan dalam bentuk tablet, semprot dan infus. Selain itu tindakan operasi dapat juga digunakan untuk menghilangkan polip, meskipun masih ada kemungkinan muncul kembali.


Pijat daerah titik refleksi hidung (no.6 kaki kiri dan kanan), kelenjar getah bening bagian atas tubuh (no.39 kaki kiri dan kanan), kelenjar paratiroid (no.13 kaki kiri dan kanan). Lihat gambar titik refleksi kaki sbb :

titik refleksi kelenjar getah bening bagian atas tubuh (no.39 kaki kiri dan kanan)


daerah titik refleksi hidung (no.6 kaki kiri dan kanan), kelenjar paratiroid (no.13 kaki kiri dan kanan)




Selain itu polip dapat juga disembuhkan dengan terapi sebagai berikut : 

Tekan agak kuat di tengah batang hidung selama 10 detik, sebanyak 15 kali, dan pijat sisi cuping hidung tekan kuat-kuat selama 10 detik sebanyak 10 kali.



SEMOGA BERMANFAAT

Thursday, 4 May 2017

Cara Jitu Mencegah Epidermolysis bullosa (EB)




Epidermolisis bulosa (EB) adalah gabungan berbagai kondisi turunan langka yang berhubungan dengan jaringan ikat berupa gangguan yang menyebabkan kulit dan membran mukosa melepuh.

Kulit yang melepuh di bagian luar maupun dalam tubuh merupakan reaksi dari gesekan ketika menggosok, garukan, terpapar hawa panas, atau cedera kecil. Kondisi ini umumnya berkembang pada bayi dan anak-anak, dan bisa juga muncul pada masa remaja atau remaja dewasa.

Epidermolisis bulosa (EB) adalah penyakit turunan yang terdiri dari berbagai klasifikasi tergantung kepada lokasi lapisan kulit yang melepuh, antara lain pada lapisan terluar (epidermis), lapisan bawah (dermis), atau area membran basal. Area membran basal adalah area pertemuan antara epidermis dan dermis.

Seseorang yang menderita EB tidak memiliki protein pengikat diantara lapisan kulit atas dan bawah yang menyebabkan kulit atas dan kulit bawah dapat bergesekan. Hal itu menyebabkan kulit menjadi rapuh dan mudah terkelupas, walau hanya tergesek, memicu timbulnya lepuhan dan luka. Kondisi ini disebabkan terjadinya mutasi pada setidaknya 18 jenis gen dengan 300 variasi yang telah ditemukan. 


1. Epidermolisis bulosa simpleks

Disebabkan oleh cacat pada gen yang memproduksi keratin, menyebabkan lepuh muncul di epidermis, biasanya di telapak kaki dan telapak tangan. Kondisi ini umumnya berkembang ketika dilahirkan atau beberapa tahun pertama usia bayi dan diduga berasal dari ayah atau ibu. EB simpleks lebih banyak ditemui dibandingkan jenis lainnya.

2. Epidermolisis bulosa distropik

Disebabkan oleh cacat pada gen yang memproduksi kolagen, yaitu gen yang menyatukan kulit dengan semestinya. Gejala yang muncul bisa bervariasi dari ringan hingga parah. Kondisi ini umumnya diketahui ketika lahir atau di masa kanak-kanak.

3. Epidermolisis bulosa junctional

Disebabkan oleh cacat pada gen yang memproduksi serat seperti benang yang mengikat epidermis dengan membran basal, menyebabkan pemisahan jaringan dan lepuh yang muncul di lapisan kulit bagian dalam. Kondisi ini biasanya parah dan langsung disadari ketika bayi lahir, memicu gejala-gejala berupa tangisan serak akibat lepuh dan terbentuknya jaringan parut di pita suara. Kedua orang tua diduga mewarisi gen ini kepada anak, walau keduanya tidak menampakkan gejala dari EB.

4. Sindrom Kindler

Pada kondisi ini, lepuh berkembang di seluruh lapisan kulit, menyebabkan perubahan warna pada kulit yang terpapar sinar matahari dan umumnya muncul ketika lahir atau tidak lama sesudah dilahirkan. Kondisi ini tergolong jarang dan biasanya akan membaik atau menghilang seiring waktu. Sindrom Kindler adalah jenis EB yang sifatnya resesif.

5. Epidermolisis bulosa acquisita

Kondisi langka ini berbeda dengan EB lainnya karena bukan merupakan penyakit turunan melainkan akibat adanya kelainan atau gangguan pada sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringan tubuh sendiri yang masih sehat. Kulit melepuh biasanya muncul di tangan, kaki, dan membran mukosa, atau lapisan kulit dalam.

Pada beberapa kasus epidermolisis bulosa, lepuh tidak muncul dan terlihat di permukaan namun di dalam rongga mulut atau usus. Gejala kemungkinan baru muncul setelah bayi mulai berjalan atau bisa melakukan aktivitas fisik yang memicu pergesekan kaki. Beberapa gejala yang mungkin ada pada penderita epidermolisis, antara lain:
  • Penebalan kulit telapak tangan dan kaki.
  • Ada benjolan kecil berwarna putih yang menyerupai jerawat, bernama milia.
  • Kulit yang tampak tipis atau kondisi pembentukan jaringan parut atropik.
  • Kulit mudah melepuh dan berisi cairan akibat gesekan, khususnya di lengan dan kaki.
  • Kelainan bentuk atau kehilangan kuku jari tangan dan kaki.
  • Lepuh serta jaringan parut di kulit kepala dan kerontokan rambut.
  • Lepuh yang muncul di pita suara, esofagus, dan saluran udara atas.
  • Kesulitan menelan.
  • Terganggunya kesehatan gigi, seperti berlubang akibat terbentuknya enamel buruk.
  • Kesulitan menelan.
  • Menunjukkan gejala infeksi, seperti badan hangat, memerah, demam atau panas dingin, kulit yang bengkak atau sakit, serta memiliki aroma tidak sedap yang berasal dari luka.

Dokter yang memeriksa dan melihat tanda-tanda EB pada penderita kemungkinan akan langsung merujuk pasien kepada seorang spesialis kulit atau dermatologis, untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan bagi kondisi ini.

Dermatologis mungkin akan langsung mengenali kondisi kulit penderita sebagai gejala EB, namun tes penunjang tetap diperlukan untuk memastikan diagnosis. Tes laboratorium yang mungkin dilakukan, yaitu :

1. Tes genetik

Tes ini dilakukan mengingat sebagian besar jenis EB diturunkan dari orang tua kepada anak. Sejumlah kecil darah akan diambil untuk dites dan memastikan diagnosis EB.

2. Biopsi kulit

Untuk pemetaan imunofluoresens dengan cara mengambil sebagian kecil kulit untuk diperiksa lapisan dan kandungan proteinnya. Tes prenatal dan konseling genetik sangat disarankan untuk dilakukan orang-orang yang memiliki riwayat keluarga penderita EB.

Obat untuk mengatasi epidermolisis bulosa belum ditemukan, namun pada beberapa kasus ringan, kondisi penderita dapat membaik seiring bertambah usia. Pengobatan dilakukan untuk mengobati gejala, mencegah rasa sakit dan luka, khususnya pada kasus yang lebih serius dan berisiko terjadinya komplikasi yang fatal hingga kematian.

Sebuah tim yang beranggotakan dokter, perawat, dan tenaga medis profesional dari beragam spesialisasi akan terlibat di dalam proses pengobatan epidermolisis bulosa (EB). Pengobatan EB sendiri memiliki beberapa langkah penanganan yang bisa dilakukan, yaitu:

3. Pemberian obat - obatan

Untuk mengendalikan rasa gatal dan sakit serta mencegah komplikasi. Tablet minum antibiotik adalah salah satu jenis obat yang akan diberikan jika penderita menunjukkan gejala infeksi, seperti demam dan kelenjar getah bening yang membengkak. Tablet minum lain yang mungkin diberikan adalah obat antiradang golongan kortikosteroid untuk mengurangi sakit akibat kesulitan menelan.

4. Prosedur operasi mungkin dilakukan untuk memperbaiki fungsi organ yang terganggu akibat kondisi ini atau meningkatkan kemampuan tubuh mengonsumsi makanan yang sehat dan berimbang. Prosedur operasi terdiri dari :
  • Melebarkan esofagus – Penyempitan esofagus yang disebabkan oleh munculnya lepuh dan jaringan parut dapat membuat penderita merasa kesulitan makan. Pengobatan melalui jalan operasi dilakukan untuk memudahkan makanan masuk ke perut dan bisa dicerna tubuh. Operasi dilakukan dengan cara memasukkan sebuah balon ke dalam esofagus, lalu dikembangkan/ditiup untuk melebarkan area itu.
  • Memulihkan kemampuan gerak (mobilitas) organ tubuh – Lepuh dan jaringan parut yang terus-menerus muncul akan memicu perubahan bentuk pada sendi organ, misalnya jari yang menyatu atau bengkok sehingga mengganggu pergerakan normal.
  • Pemasangan gastrostomi – Tabung gastronomi adalah tabung yang dimasukkan dari dinding luar  perut langsung ke dalam lambung. Tabung ini bertujuan membantu tubuh tetap mendapatkan asupan nutrisi yang dibutuhkannya bila pasien sulit menelan dan membantu penambahan berat badan yang direkomendasikan dokter. Penderita yang masih dapat melanjutkan makan dengan menggunakan mulutnya jika sudah memungkinkan.
  • Transplantasi kulit – Sebagian penderita membutuhkan prosedur ini untuk mengobati luka akibat EB.

5. Terapi rehabilitasi

Dapat membantu penderita memulihkan pergerakan tubuhnya yang terbatas atau terganggu akibat munculnya jaringan parut atau memendeknya kulit karena epidermolisis bulosa. Salah satu terapi yang digunakan adalah berenang untuk mempertahankan mobilitas tubuh. Terapi ini juga akan membantu penderita melakukan aktivitasnya sehari-hari dengan aman dan nyaman.

Terdapat juga prosedur - prosedur pengobatan EB lain yang hingga kini masih diteliti oleh para ahli, antara lain terapi gen, transplantasi sumsum tulang, penggantian protein, dan terapi berbasis sel. Tanyakan kepada dokter Anda mengenai perkembangan prosedur pengobatan terkini yang bisa digunakan untuk mengobati epidermolisis bulosa.

Merawat seorang penderita EB di rumah membutuhkan pengetahuan yang memadai akan penyakit ini dan cara menangani kulit melepuh atau luka yang muncul. Lepuh yang dibiarkan dapat melebar dan menciptakan luka yang lebih besar ketika pecah. Konsultasikan kepada dokter dalam mencari tahu cara memecahkan dan mengeringkan lepuh agar tidak melebar serta produk-produk yang bisa digunakan untuk menyembuhkan, melembapkan, dan mencegah infeksi.


 Anak yang besar atau dewasa dapat mengonsumsi obat pereda sakit yang diresepkan dokter kira-kira 30 menit sebelum penggantian perban dilakukan. Penderita yang tidak merespons terhadap obat pereda sakit dapat menggunakan obat antikejang. Konsultasikan kepada dokter sebelum menggunakan obat-obatan ini.
 Cucilah tangan sebelum menyentuh lepuh atau mengganti perban pembalut luka.
 Rendamlah area perban yang terlalu menempel pada luka ke dalam air hangat dan tunggu hingga terlepas dengan sendirinya atau melonggar. Jangan menarik perban dengan paksa karena dapat memecahkan lepuh.
 Bersihkan luka dengan cara merendamnya ke dalam larutan air dan garam selama 5-10 menit, setelah itu bilas dengan air hangat atau suam-suam kuku. Larutan lain yang bisa digunakan adalah larutan cuka yang dicampur dengan pemutih. Cara ini membantu mengurangi sakit yang mungkin muncul ketika penggantian perban.
 Sebagai langkah pengaman, bungkuslah tangan dan kaki yang melepuh tiap hari untuk mencegah terjadi perubahan bentuk pada organ atau jari tangan yang menempel.
 Gunakan jarum yang steril untuk memecahkan lepuh yang baru terbentuk untuk mencegahnya menyebar. Jangan mengelupas kulit yang tersisa, biarkan mengering yang akan sekaligus melindungi lapisan kulit di bawahnya.
 Gunakan krim atau losion sebelum membalut luka dengan perban. Beberapa jenis krim yang bisa digunakan adalah krim antibiotik, petroleum jelly, atau bahan pelembap lainnya. Gantilah jenis krim antibiotik yang digunakan terlalu lama dengan jenis lainnya setiap bulan. Pilihlah perban yang sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, dan kondisi luka.

Menangani lepuh yang muncul di dalam rongga mulut atau tenggorokan pada penderita anak di rumah akan membutuhkan kesabaran dan ketekunan karena anak tetap membutuhkan asupan gizi yang berasal dari makanan. Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan :

 Oleskan gel pereda sakit pada mulut bayi yang melepuh akibat menyusu atau botol susu. Anda bisa mencoba menggunakan dot yang khusus dibuat untuk bayi prematur, sebuah alat suntik, atau pipet obat yang ujungnya berbahan karet untuk menyusui anak.
 Sajikan makanan bernutrisi yang lunak dan mudah ditelan, seperti sup sayuran, jus buah, dan olahan makanan padat yang dicampur dengan susu atau kaldu (puree).
 Sajikan makanan dan minuman di dalam temperatur yang hangat, sama dengan temperatur ruangan, atau dingin.

Disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan apakah perlu memberikan suplemen kepada anak atau apakah anak membutuhkan langkah pengobatan yang lain.


 Sepsis – Masuknya bakteri ke dalam aliran darah dan menyebar ke seluruh tubuh, menyebabkan shock dan gagal fungsi organ yang bisa membahayakan nyawa.
 Infeksi – Kulit yang melepuh rentan dengan infeksi bakteri.
 Cacat – EB dapat menyebabkan gangguan pada sendi, seperti jari yang bengkok.
 Dehidrasi – Lepuh yang berukuran besar dan terbuka memicu tubuh kehilangan banyak cairan, serta berujung pada dehidrasi yang parah.
 Konstipasi – Kulit melepuh yang muncul di area dubur. Selain itu terdapat kondisi dehidrasi dan kekurangan asupan makanan berserat dapat menyebabkan kotoran sulit keluar dari tubuh.
 Malanutrisi dan anemia – Kulit melepuh di area mulut membuat penderita mengalami kesulitan makan, berujung kepada malanutrisi dan rendahnya kadar zat besi di dalam darah (anemia), dan mencegah proses penyembuhan luka serta pertumbuhan.
 Gangguan mata – Radang mata dapat membahayakan kornea mata dan bisa menyebabkan kebutaan.
 Kanker kulit – EB jenis tertentu memiliki risiko tinggi terhadap berkembangnya kanker kulit jenis karsinoma sel skuamus.

Pada kasus yang parah, nyawa pasien bisa terancam. Risiko ini tinggi pada bayi yang mengalami EB junctional yang parah akibat infeksi, dehidrasi, dan kulit melepuh yang telah menyebar dengan luas dan menghambat kemampuan bayi untuk makan maupun bernapas.

Tindakan pencegahan yang bisa dilakukan untuk penyakit epidermolisis bulosa adalah dengan mencegah munculnya kulit melepuh dan infeksi. Ini adalah beberapa langkah yang bisa Anda lakukan :

 Bayi atau anak membutuhkan perhatian orang tuanya untuk mendapatkan kenyamanan ketika sedang sakit. Gendonglah anak dengan selembut mungkin dan pastikan untuk menempatkannya di atas benda yang dilapisi bahan yang lembut. Jangan mengangkat anak dari bawah lengannya. Gendong anak dengan menggunakan tangan Anda untuk menyangga bagian bokong dan lehernya.
 Aturlah suhu di dalam rumah agar tetap sejuk. Selain itu, pertahankan kelembapan kulitnya dengan mengoleskan pelembap, seperti petroleum jelly.
 Kenakan anak pakaian yang berbahan lembut dan mudah untuk dilepas dan dikenakan kembali. Anda bisa menggunakan sepatu berbahan khusus yang lembut atau menjahit bantalan empuk pada pakaian anak di area siku, lutut, dan area lain yang memiliki titik tekanan tubuh.
 Lepaskan karet elastis yang menempel pada popok sekali pakai, lalu lapisi bagian dalamnya dengan perban yang tidak lengket, atau taburi dengan pasta yang berisi seng oksida (zinc oxide) sebelum digunakan.
 Hindari menggaruk lepuh dengan memastikan kuku tetap pendek atau mengenakan sarung tangan pada bayi sebelum dia tidur untuk mencegah infeksi akibat luka garukan.
 Hindari permukaan dan benda yang keras dengan melapisi kursi menggunakan bahan yang lembut. Gunakan kasur udara, seprai, dan selimut yang lembut untuk tempat tidur anak penderita EB.
 Batasi anak dari kegiatan fisik yang mungkin menyebabkan kulit mudah tergesek, tergores, atau terluka. Anda bisa mulai dengan mengenakan celana atau baju panjang pada anak yang hendak beraktivitas di luar ruangan.
 Pastikan Anda atau tenaga medis tidak menggunakan perban berperekat kuat pada kulit untuk mencegah kulit melepuh pecah dan bisa mengakibatkan hilangnya cairan dan terjadinya infeksi.


Sebagai langkah pendukung, berikan makanan bernutrisi untuk menunjang perkembangan dan pertumbuhan anak, serta membantu penyembuhan lukanya. Mengonsumsi vitamin dan suplemen juga dapat membantu mencegah berkembangnya komplikasi. Utamakan pemberian nutrisi kalsium, zat besi, dan vitamin D.



SEMOGA BERMANFAAT

Wednesday, 3 May 2017

Istilah dari Cholangitis




Cholangitis adalah infeksi yang terjadi pada saluran empedu (saluran yang dilewati oleh cairan empedu dari hati menuju kandung empedu dan usus). Cairan empedu yang diproduksi oleh hati dibutuhkan tubuh untuk membantu proses pencernaan.

Pada keadaan normal, cairan empedu bersifat steril. Akan tetapi, ketika terjadi penyumbatan pada saluran empedu, maka tumpukan cairan empedu tadi akan berisiko menimbulkan infeksi.


Seseorang yang menderita cholangitis biasanya akan mengalami gejala-gejala berupa :
  • Nyeri pada perut atas bagian tengah atau kanan
  • Warna tinja cokelat tua (warna tanah liat)
  • Warna urine menjadi gelap
  • Mual
  • Muntah
  • Demam
  • Badan menggigil
  • Kulit menguning (penyakit kuning) yang dapat hilang timbul

Bentuk nyeri akibat cholangitis bervariasi, ada yang terasa tajam, tumpul, atau menyerupai kram. Selain pada perut bagian tengah atau kanan, kadang-kadang nyeri bisa terasa sampai punggung dan bagian bawah tulang belikat kanan.

Cholangitis bisa diderita oleh siapa saja, baik laki-laki atau perempuan. Sebagian besar kasus terjadi pada usia 50-60 tahun. Pada kondisi yang parah, cholangitis berisiko menyebabkan kematian jika diabaikan atau tidak ditangani secara benar. Tingkat kematian akibat cholangitis dilaporkan berkisar antara 13-88 persen.


Sebagian besar kasus cholangitis disebabkan oleh infeksi bakteri. Saluran empedu yang tersumbat, misalnya diakibatkan oleh batu empedu atau tumor, bisa menyebabkan bakteri berkembang biak di dalamnya dan menyerang saluran empedu.

Selain pada seseorang yang mengalami penyumbatan saluran empedu, risiko terkena cholangitis juga bisa terjadi pada :
  • Pemilik riwayat batu empedu
  • Penderita sclerosing cholangitis
  • Penderita penyempitan saluran empedu
  • Penderita HIV/AIDS
  • Seseorang yang mengunjungi wilayah rawan infeksi parasit

Infeksi yang terjadi di dalam saluran empedu bisa saja menyebar ke hati dan menyebabkan disfungsi pada organ tersebut. Selain itu, komplikasi lain yang mungkin saja terjadi akibat cholangitis akut adalah :

  • Cedera ginjal akut
  • Disfungsi ginjal
  • Disfungsi sistem pernapasan
  • Disfungsi sistem kardiovaskular
  • Disfungsi sistem saraf
  • Disfungsi sistem hematologis
  • Syok septik


Pemeriksaan awal akan dimulai dengan mengidentifikasi gejala yang diderita, riwayat medis pribadi dan keluarga. Kemudian dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk melihat apakah ada tanda-tanda kelainan seperti: jaundice (muncul warna kekuningan pada kulit dan bagian putih di mata) serta bagian atas perut yang teraba lunak.

Untuk memastikan kecurigaan, dokter biasanya akan merekomendasikan pemeriksaan lanjutan. Beberapa contoh pemeriksaan lanjutan tersebut di antaranya :
  • MRI scan
  • CT scan
  • USG abdomen (perut)
  • Pemeriksaan X-ray yang dipadukan dengan endoskopi atau ERCP (endoscopic retrograde cholangiopancreatography)
  • Pemeriksaan X-ray yang dipadukan dengan penyuntikan cairan pewarna khusus secara langsung ke dalam saluran empedu atau PTC (percutaneous transhepatic cholangiography)

Jika diperlukan, dokter juga kemungkinan akan merekomendasikan tes dan kultur darah guna melihat tanda-tanda infeksi sekaligus mengukur fungsi hati.


Jika Anda merasakan gejala-gejala cholangitis, segera temui dokter untuk menjalani pemeriksaan. Makin cepat kondisi ini terdiagnosis dan diobati, maka peluang sembuh menjadi makin tinggi. Jangan menganggap remeh gejala cholangitis karena kondisi ini bisa menyebabkan kematian.

Sebagian besar kasus cholangitis ditangani oleh dokter melalui pemberian obat - obatan antibiotik untuk membunuh bakteri penyebab infeksi. Jika cara ini tidak berhasil dilakukan, maka dokter akan merekomendasikan operasi.

Dokter biasanya akan menunggu kondisi pasien stabil terlebih dahulu sebelum melakukan operasi. Namun pada pasien cholangitis yang gejalanya memburuk secara cepat atau pada pasien yang kondisinya sangat buruk, biasanya akan langsung dilakukan prosedur operasi.




SEMOGA BERMANFAAT 

Monday, 1 May 2017

Titik Akupresur Untuk Kesemutan di Kaki dan Tangan




Titik refleksi untuk mengobati kesemutan di kaki dan tangan serta cara memijatnya. Pada dasarnya kesemutan di sebabkan oleh peredaran darah yang tidak lancar atau adanya sumbatan di jaringan tubuh yang halus, sehingga darah tidak sampai ke jaringan saraf ke daerah yang kesemutan.

Kesemutan kebas atau baal yang biasa di derita oleh para orang yang sudah menikah atau yang sudah berumur tigapuluhan ke atas, yang sering terasa apabila bangun tidur, waktu naik sepeda motor, dan cuaca dingin di musim hujan.

Dan kalau di biarkan lambat laun akan menjadi stroke atau mati rasa di bagian tangan dan kaki atau separuh badan, apabila anda mengalami kesemutan seperti diatas bersegeralah minum jamu atau berobat pada ahlinya dan apabila dua duanya tak menjumpainya maka anda bisa melakukan sendiri dengan memijat titik refleksi ini.




Titik refleksi untuk kesemutan, sebenarnya titik ini berada dalam meridian kantung empedu di kaki samping luar pas lurus tulang, dan yang di bawah samping lurus dengan jari kaki yang kedua. Seperti digambar di bawah ini,


Cara memijatnya dari bawah dulu baru ke atas. Tapi saya sarankan Anda bisa mulai dari refleksi dasar dulu, karena di dalam refleksi dasar semua titik refleksi mewakili setiap organ di dalam tubuh. Karena suatu penyakit bersumber dari organ dalam yang bermasalah. Baru efeknya keseluruh tubuh.




SEMOGA BERMANFAAT