Friday, 19 May 2017

Metode Akupuntur Untuk Menggemukkan Badan




Anda sudah muak dengan tubuh kerempeng anda? Sudah coba berbagai macam cara tapi tidak berhasil?

Program ini akan membantu Anda mendapatkan berat badan ideal sekaligus membentuk tubuh lebih berisi (bagi pria) dan lebih seksi (bagi wanita). Bagi Anda yang kekurangan berat badan karena kurang selera terhadap makanan, Anda bisa mengikuti program ini untuk menambah nafsu makan Anda.

Kita semua tahu, kalau orang kurus karena tidak punya cukup uang untuk mendapatkan makanan bergizi, itu sangat wajar. Atau orang kurus karena menderita suatu penyakit, ini juga wajar. Begitu juga kalau kurus karena sulit makan atau kurang nafsu makan, masalahnya sudah jelas dan masuk akal.

Untuk klien yang punya masalah nafsu makan, dalam sekali terapi selama 2 jam biasanya sudah normal nafsu makannya. Kecuali ada masalah lain, misalnya problem emosi yang menyebabkan nafsu makannya turun. Jika ada masalah emosi, maka diperlukan waktu sedikit lebih lama. Setelah masalah emosi diselesaikan dan nafsu makan kembali normal, maka berat badan akan naik dengan sendirinya.

Namun ada beberapa orang yang secara ekonomi mapan, selalu punya cukup uang untuk membeli makanan apa saja yang mereka inginkan, nafsu makannya normal bahkan cukup banyak, jarang melakukan aktivitas fisik yang berat, tidak mengidap penyakit tertentu, tapi badannya tetap kurus.

Melihat kondisi klien yang seperti ini, kami sering tidak bisa menjelaskan apa sebabnya seseorang kurus padahal nafsu makannya normal dan cenderung banyak. Namun ketidaktahuan dalam diagnosa penyebab kekurusan bukanlah alasan bahwa Terapi Hipnotis tidak bisa membantu klien yang mengalami kekurusan.

Kami menggunakan teknik tertentu yang sudah terbukti berhasil membantu klien mendapatkan berat badan ideal. Meskipun kami dan pasien tidak tahu apa penyebab kekurusannya, teknik ini tetap efektif.

Jika Anda berniat mengikuti program ini, Anda hanya perlu menentukan berat badan ideal yang Anda inginkan. Kemudian kami akan membantu Anda menanamkan keinginan Anda itu ke pikiran bawah sadar. Lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai berat ideal berbeda-beda untuk setiap orang. Umumnya hanya perlu waktu 2 - 6 minggu tergantung kondisi awal Anda.

Berat badan yang telah dicapai pun relatif permanen atau bertahan dalam jangka waktu yang lama. Dan yang paling penting, dengan teknik ini tidak memicu terjadinya obesitas. Artinya Anda tidak perlu takut kalau berat badan Anda bertambah terus dan tidak terkendali. Setelah Anda mencapai berat badan ideal yang Anda inginkan, maka pikiran bawah sadar Anda akan mempertahankan berat badan tersebut dalam jangka waktu yang lama atau permanen.

“Metamorphosis Clinic” merupakan pusat pengobatan psikologi yang mencakup pengobotan hipnoterapi, psikoterapi, terapi konsentrasi, terapi tingkah laku, konseling psikologi maupun terapi akupuntur.

Konseling Psikologi bertujuan untuk memberikan pengarahan/solusi baik untuk menjalani proses penyembuhan pikiran bawah sadar mengenai status ereksi.

Hipnoterapi bertujuan untuk membantu pasien membentuk kembali kepercayaan diri dan mengangkat alam bawah sadar yang negatif menuju ke alam kesadaran dan pemberian sugesti baik untuk meningkatkan kondisi ereksi pria.

Terapi Akupuntur akan diberikan untuk memperbaiki metabolisme tubuh dan merangsang peningkatan nafsu makan.




SEMOGA BERMANFAAT

Thursday, 18 May 2017

Tips Jitu Mencegah Emboli




Emboli adalah hambatan pada aliran pembuluh darah. Hambatan yang dimaksud di sini bisa berupa gelembung udara atau darah yang menggumpal. Emboli yang muncul pada tubuh manusia dapat mengganggu organ tubuh karena kekurangan oksigen.

Organ-organ vital tubuh manusia, seperti otak, jantung dan paru-paru, tidak bisa berfungsi dengan baik ketika pasokan oksigen terhambat. Pada otak, emboli menyebabkan stroke. Sedangkan pada paru-paru, emboli menyebabkan embolisme paru. Bukan hanya fungsi organ saja yang terganggu, namun terlalu lama kekurangan oksigen bisa membuat jaringan organ tersebut rusak secara permanen.



 Sesak napas
 Sakit pada dada yang lebih parah ketika bernapas dan batuk
 Batuk-batuk, bisa mengeluarkan darah
 Berkeringat berlebihan
 Pusing
 Detak jantung yang cepat

Jika emboli menghambat aliran darah ke otak, maka akan terjadi gejala-gejala stroke. Emboli berpotensi menghambat aliran darah ke suatu organ secara menyeluruh dan ini berpotensi berakibat fatal. Segera ke rumah sakit terdekat jika Anda mengalami gejala stroke atau embolisme paru.


Emboli, atau hambatan pada pasokan darah ke jaringan dan organ tubuh, bisa berupa banyak hal, antara lain :

 Lemak. Tulang yang mengalami keretakan bisa mengakibatkan terlepasnya partikel lemak di dalam tulang ke dalam aliran darah. Selain itu, lemak juga bisa masuk ke aliran darah jika terjadi komplikasi setelah menjalani operasi tulang atau karena terjadi luka bakar yang cukup parah.

 Gumpalan darah. Untuk mencegah terjadinya pendarahan berlebihan saat terjadi luka, darah akan menggumpalkan secara alami. Tapi beberapa kondisi, seperti penyakit jantung, kegemukan atau obesitas, kanker, dan kehamilan bisa menyebabkan darah menggumpal lebih mudah meski tidak terjadi luka. Salah satu penyebab utama emboli paru adalah terjadinya penggumpalan darah pada pembuluh vena dalam kaki yang kemudian terlepas dan menuju ke paru-paru.

 Air ketuban. Ini adalah cairan yang mengelilingi dan melindungi bayi di dalam rahim. Meski kondisi ini sangat langka, cairan amniotik bisa masuk ke pembuluh darah sang ibu saat proses melahirkan dan menyebabkan penyumbatan.

 Kolesterol. Aterosklerosis adalah penyempitan pembuluh arteri yang disebabkan oleh penimbunan kolesterol. Apabila kondisi yang terjadi cukup parah, sebagian kecil kolesterol bisa terlepas dan menyebabkan terjadinya emboli atau hambatan pada aliran darah.

 Udara. Gelembung udara atau gas juga bisa memasuki aliran darah. Kondisi ini merupakan penyebab kematian utama di antara para penyelam. Seorang penyelam yang naik ke permukaan dengan cepat akan mengalami perubahan tekanan drastis. Ini bisa menyebabkan munculnya gelembung nitrogen di dalam aliran darah. Kondisi inilah yang menyebabkan munculnya penyakit dekompresi.

Selain beberapa penyebab di atas, terdapat pula beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami emboli, yaitu :

 Sedang hamil.
 Mengalami kegemukan atau obesitas.
 Merokok.
 Menderita penyakit jantung.
 Berusia di atas 60 tahun.
 Tidak bergerak atau aktif dalam jangka waktu lama.


Pengobatan yang dilakukan pada kondisi emboli sangat bergantung kepada penyebab munculnya penyumbatan, ukuran penyumbatan yang muncul, dan lokasi penyumbatan tersebut. Obat-obatan bisa diberikan untuk melarutkan penggumpalan darah yang muncul.  Pengobatan ini dikenal dengan nama trombolisis dengan memakai obat-obatan antikoagulan. Obat yang biasanya digunakan adalah warfarin, heparin, dan aspirin dosis rendah. Obat-obat ini bisa mencegah bertambahnya darah yang menggumpal dan membuat darah menjadi tidak terlalu kental.

Embolektomi adalah prosedur operasi  yang bisa dilakukan untuk menghilangkan sumbatan yang terbentuk. Pembuluh darah yang mengalami penyumbatan akan dibedah dan sumbatan yang ada akan disedot.

Khususnya pada kasus emboli yang terjadi karena gelembung udara, pasien akan dimasukkan ke dalam ruangan hiperbarik. Tekanan udara di dalam ruangan hiperbarik lebih tinggi dari tekanan udara di luar ruangan. Dengan cara ini, ukuran gelembung udara di dalam tubuh seorang penyelam akan berkurang.



  Menurunkan berat badan. Jika mengalami berat badan berlebih, lakukan olahraga secara teratur dan lakukan diet rendah kalori untuk mencapai berat badan yang sehat.
   Berhenti merokok.
  Pola makan sehat. Mulai biasakan mengonsumsi makanan yang kaya akan serat, rendah lemak, dan rendah garam.
  Berolahraga. Lakukan olahraga setidaknya dua setengah jam dalam seminggu agar tubuh tetap aktif dan aliran darah lancar.




SEMOGA BERMANFAAT

Wednesday, 17 May 2017

Tips Mengobati Fenilketonuria




Fenilketonuria adalah kelainan genetika langka yang muncul sejak lahir. Kondisi ini akan menyebabkan tubuh tidak bisa melerai fenilalanin. Fenilalanin merupakan asam amino yang sangat dibutuhkan tubuh untuk membantu pembentukan protein.

Jika tubuh tidak bisa memproses fenilalanin, substansi tersebut akan menumpuk dalam darah dan otak. Kadar fenilalanin yang tinggi dan tidak ditangani berpotensi memicu komplikasi yang serius :

  Kerusakan permanen pada otak.
  Gangguan saraf, seperti tremor atau kejang.
  Ukuran kepala kecil sehingga terlihat tidak wajar.


Fenilketonuria biasanya tidak memiliki gejala awal yang terlihat pada bayi yang baru lahir. Jika kondisi ini tidak ketahuan dan tidak ditangani sesegera mungkin saat bayi lahir, gejalanya baru akan terlihat beberapa bulan setelahnya. Tanda-tanda fenilketonuria yang tidak ditangani umumnya meliputi :
  • Kelainan intelektual atau keterbelakangan mental.
  • Gangguan tingkah laku, emosional, serta sosial. Misalnya, sering uring-uringan.
  • Pertumbuhan yang lamban.
  • Epilepsi.
  • Tremor.
  • Sering muntah.
  • Gangguan kulit, misalnya ruam.
  • Bau apak pada napas, urine, kulit, atau rambut anak.

Jika ditangani sedini mungkin, kondisi ini jarang menunjukkan gejala di kemudian hari. Pemeriksaan kesehatan secara dini pada bayi sangat dianjurkan. Ini dilakukan bukan hanya untuk mengecek potensi fenilketonuria, tapi juga berbagai kondisi kesehatan yang serius lainnya.

Pengidap fenilketonuria yang sedang hamil juga sebaiknya memeriksakan diri secara rutin dan menjaga pola makannya selama kehamilan. Kadar fenilketonuria yang tinggi dalam darah sang ibu bisa membahayakan janin karena dapat memicu keguguran.


Fenilketonuria merupakan penyakit yang muncul akibat mutasi genetika. Mutasi tersebut kemudian membuat gen fenilalanin hidroksilase tidak memproduksi enzim pengurai fenilalanin dalam tubuh pengidap.Penyebab di balik mutasi genetika belum diketahui secara pasti.

Para pakar percaya bahwa kondisi ini juga berhubungan erat dengan faktor keturunan. Jika mempunyai ayah dan ibu yang sama-sama membawa bakat fenilketonuria, sang anak akan memiliki sekitar 25 persen kemungkinan untuk mengidap kondisi tersebut.


Pemeriksaan fenilketonuria biasanya dilakukan melalui tes darah saat bayi berusia satu minggu. Jika terbukti mengidap fenilketonuria, bayi Anda akan membutuhkan pemeriksaan secara rutin untuk mengukur kadar fenilalanin dalam tubuhnya. Berdasarkan usia pengidap, frekuensi tes darah untuk fenilketonuria meliputi :
  • Satu kali seminggu untuk bayi berusia hingga enam bulan.
  • Satu kali dalam dua minggu untuk enam bulan hingga empat tahun.
  • Satu kali dalam sebulan untuk anak berusia di atas empat tahun hingga dewasa.


Fenilketonuria termasuk penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Pengobatan yang dilakukan bertujuan untuk mengendalikan kadar fenilketonuria dalam tubuh agar tidak memicu gejala serta komplikasi.

Langkah utama dalam menangani kondisi ini adalah dengan menerapkan pola makan yang rendah protein. Disarankan untuk menghindari bahan makanan yang kaya protein seperti telur, produk susu, ikan, serta semua jenis daging. Jenis bahan makanan lain pun harus senantiasa dipilih dan ditakar dengan cermat, termasuk sayur dan buah.

Di samping menjaga pola makan, pengidap fenilketonuria juga diharuskan mengonsumsi suplemen asam amino. Langkah ini berguna untuk mencukupi gizi yang dibutuhkan tubuh dalam pertumbuhan.

Pengidap fenilketonuria harus senantiasa menjaga agar kadar fenilalanin dalam tubuh mereka tidak berlebihan. Sebelum mengubah pola makan, tiap pengidap dianjurkan untuk selalu mendiskusikannya dengan dokter. Pemeriksaan kondisi kesehatan secara rutin juga dibutuhkan untuk menanggulangi kemungkinan adanya komplikasi.



SEMOGA BERMANFAAT

Tuesday, 16 May 2017

Inilah Akupuntur Untuk ASI




Banyak cara dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas ASI, salah satunya adalah dengan melakukan akupunktur. Permasalahan ASI yang keluar hanya sedikt, dengan melakukan akupuntur 2-3 kali kuantitas ASI bertambah.


Payudara terdiri dari kelenjar dan jaringan lemak yang terletak diantara kulit dan tulang dada. Terdapat kelenjar-kelenjar  susu akan membentuk kantong penghasil  susu, terdapat 15-20 kantong susu tiap payudara, yang berhubungan dengan saluran susu yang terkumpul pada puting susu. Perkembangan payudara dipengaruhi oleh hormon estrogen, progesterone, somatomamotropin dan prolaktin.

Pada tri semester ketiga kehamilan, peran hormon Estrogen adalah membuat puting payudara membesar, memperbesar/ melebarkan saluran (hipertropi system duktus) dan merangsang pertumbuhan ASI . Pada masa kehamilan hormon prolaktin ditekan oleh estrogen/progesterone tetapi pada saat melahirkan, setelah plasenta keluar maka hormone progesterone turun drastis sehingga prolaktin yang sudah tinggi akan mengeluarkan ASI.

Hormon Somatomamotropin berfungsi untuk menambah sel-sel asinus dan perubahan-perubahan dalam sel, pembentukan kasein, laktoalbumin dan laktoglobulin. Hormon oksitosin bekerja setelah ASI mulai keluar untuk membantu kerutan-kerutan otot disekitar saluran kelenjar susu untuk mendorong ASI sampai ke puting susu.

ASI dipengaruhi oleh faktor hormonal dan saraf. Hormon berperan dalam penyediaan kecukupan ASI. Sedangkan sistem saraf berperan dalam memberikan rangsangan agar tersedianya ASI dan terstimulasi ASI untuk keluar.

Secara fisiologis, isapan bayi pada puting susu yang merupakan rangsangan saraf, yang menjadikan stimulus untuk tubuh dengan merangsang pada efek sentral dan lokal. Pada efek sentral yaitu hipofise dan pituitary untuk merangsang hormon-hormon yang berhubungan dengan tersedianya ASI sedangkan rangsangan lokal akan mendorong keluarnya ASI.


Karena terapi Akupuntur dapat merangsang titik sental dan lokal untuk ASI.  Terapi akupuntur akan memberikan rangsangan pada titik akupuntur untuk memberikan fungsi kerja yang maksimal dengan menuju target organ yang berhubungan dengan organ tersebut. Rangsangan  tersebut dapat melewati jalur syaraf , somatovisceral , living matrik (garis meridian) dan reaksi lokal. 

Rangsangan dengan perpaduan beberapa titik akupuntur  yang menuju sentral terutama hipofise dan pituitary akan mempengaruhi perbaikan kerja fungsi dari hormon yang bertujuan meningkatkan produksi ASI dengan yang diberikan rangsangan dalam waktu tertentu, selain itu titik lokal (seperti titik Lambung) juga membantu aktifnya terbentuknya ASI dalam jumlah yang cukup. Titik yang akan distimulasi dengan jarum akupuntur adalah telinga, tangan dan titik lokal payudra yang akan membantu jumlah ASI secara maksimal.



SEMOGA BERMANFAAT

Tips Mengobati Dermatitis Seboroik




Dermatitis seboroik adalah penyakit kulit yang biasanya mengenai kulit kepala dan area tubuh yang berminyak, seperti punggung, wajah, dahi, ketiak, pangkal paha, serta dada bagian atas. Pada kulit kepala, penyakit ini menyebabkan kulit berwarna merah, berketombe, dan bersisik.

Dermatitis seboroik bukan penyakit menular, namun bisa memengaruhi rasa percaya diri penderita. Selain ketombe, dermatitis seboroik juga sering disebut dengan psoriasis seboroik dan eksim seboroik. Sedangkan dermatitis seboroik yang menjangkiti bayi disebut dengan cradle cap.

Dermatitis seboroik dapat menyerang orang pada segala usia, di mana setidaknya 1-3% dewasa muda pernah menderita penyakit ini. Namun, orang dengan masalah pada sistem kekebalan tubuh (penderita HIV/AIDS, penyakit Parkinson) lebih rentan untuk mengalaminya. Kondisi stres juga berpotensi untuk memperburuk gejala yang sudah ada.


Dermatitis seboroik tidak memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Pada umumnya dermatitis seboroik memiliki gejala seperti berikut ini :

 Kulit terasa gatal atau seperti terbakar.
 Kulit kepala berwarna merah dan berketombe.
 Kelupasan kulit atau ketombe juga terjadi di kumis, jenggot, atau alis.
 Kelopak mata akan berkerak atau berwarna kemerahan (blefaritis).
 Kulit bersisik berwarna putih atau kuning terjadi di area kulit yang berminyak selain kulit kepala, seperti wajah, ketiak, telinga, dan dada.


Penyebab pasti terjadinya dermatitis seboroik masih belum diketahui, namun kemungkinan berkaitan dengan jamur malassezia yang terdapat pada pelepasan minyak di permukaan kulit. Selain itu, peradangan yang terkait dengan psoriasis juga bisa menjadi penyebab dermatitis seboroik. Selain dua kemungkinan yang disebutkan di atas, ada sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko terkena penyakit ini, yaitu :

 Gagal jantung.
 Obat-obatan tertentu.
 Penyakit kejiwaan dan gangguan saraf (misalnya depresi dan penyakit Parkinson).
 Kebiasaan menggaruk kulit wajah.
 Penyakit yang menyebabkan melemahnya sistem kekebalan tubuh, seperti HIV/AIDS, kanker, penerima transplantasi organ tubuh, dan pankreatitis alkoholik.
 Penyakit endokrin yang bisa menyebabkan obesitas, seperti diabetes.
 Cuaca yang dingin dan kering.
 Stres dan faktor genetik.

Orang-orang yang memiliki kulit berminyak, bayi yang baru lahir, dan orang dewasa yang berusia antara 30-60 tahun (terutama wanita), lebih berisiko terkena dermatitis seboroik.


Setelah melalui pemeriksaan fisik, diagnosa dermatitis seboroik dapat ditegakkan melalui biopsi atau pemeriksaan kelupasan sel kulit. Hal ini bertujuan untuk memastikan apakah penyakit yang diderita merupakan dermatitis seboroik atau penyakit lain yang serupa, seperti eksim, rosacea, atau psoriasis.


Dermatitis seboroik dapat diatasi dengan menggunakan krim, losion, atau sampo khusus. Pada umumnya produk-produk semacam ini dijual bebas. Namun jika langkah ini tetap tidak membantu dan gejala dermatitis seboroik tidak kunjung mereda atau sembuh, konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut seperti di bawah ini :
  • Krim atau gel metronidazole yang berfungsi untuk melawan bakteri. Oleskan krim ini 1-2 kali sehari, tergantung jenis krim yang digunakan. Sesuaikan dengan instruksi yang tertera di kemasan.
  • Sampo antijamur yang mengandung ketoconazole Gunakan sampo ini 2-3 kali seminggu. Sisanya, gunakan sampo biasa.
  • Sampo, krim, atau salep yang mengandung kortikosteroid, seperti fluocinolone atau hydrocortisone, yang berguna untuk meredakan Namun efek samping seperti penipisan kulit bisa terjadi jika menggunakannya terlalu lama.
  • Terapi sinar yang digabungkan dengan penggunaan psoralen atau disebut dengan photochemotherapy. Namun orang-orang yang memiliki rambut tebal kemungkinan tidak cocok untuk melakukan terapi ini.
  • Losion atau krim yang mengandung penghambat calcineurin, seperti pimecrolimus, dan tacrolimus untuk pengobatan yang menekan sistem kekebalan tubuh. Namun obat ini memiliki potensi meningkatkan risiko kanker.
  • Pil antijamur terbinafine. Namun obat ini bisa menimbulkan efek samping yang serius, seperti gangguan organ hati dan reaksi alergi. Konsultasikan dengan dokter untuk dosis konsumsi yang sesuai.

Untuk bayi dengan dermatitis seborik (cradle cap), bersihkan kepala bayi setiap hari menggunakan sampo bayi, kemudian bersihkan sisa-sisa kelupasan kulit menggunakan sikat halus. Apabila cara ini tidak berhasil atau gejala semakin bertambah parah, segera periksakan bayi ke dokter untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.

  • Jangan menggaruk bagian tubuh yang terkena dermatitis seboroik karena bisa meningkatkan risiko terkena infeksi dan memperparah iritasi.
  • Mandi dan keramas secara teratur, serta basuh dengan bersih sabun atau sampo yang digunakan. Gunakan pelembap jika diperlukan.
  • Gunakan sampo bayi untuk membersihkan kelopak mata Anda jika berwarna kemerahan dan terjadi kelupasan kulit. Selain itu, Anda bisa mengompresnya dengan air hangat untuk membantu meredakannya.
  • Oleskan krim yang mengandung kortikosteroid atau antijamur seperti ketoconazole.
  • Cukurlah kumis atau jenggot untuk membantu meredakan gejalanya.
  • Hindari produk yang mengandung alkohol agar penyakit tidak bertambah parah.
  • Gunakan pakaian yang bertekstur halus dan berbahan katun agar kulit mendapatkan sirkulasi udara dan dapat mengurangi iritasi.

Terkadang dermatitis seboroik bisa menghilang dengan sendirinya, namun ada juga yang bertahan selama bertahun-tahun. Perawatan kulit yang baik dan menjaga kebersihan kulit bisa membantu mengendalikan dermatitis seboroik.



SEMOGA BERMANFAAT

Monday, 15 May 2017

Inilah Titik Akupuntur Untuk Kejang Otot Kaki




Kejang otot (kram otot) adalah kontraksi tiba-tiba dan tidak disengaja pada satu atau beberapa otot. Jika Anda pernah terbangun di malam hari, Anda pastinya tahu bahwa kram otot dapat menyebabkan rasa sakit luar biasa. Meskipun umumnya tidak berbahaya, kram otot dapat menghalangi gerak pada otot yang terkena untuk sementara waktu.

Olahraga atau aktivitas terlalu lama, terutama saat cuaca panas, dapat menyebabkan kram otot. Beberapa obat dan kondisi medis tertentu juga dapat menyebabkan kram otot. Kram otot biasanya bisa diobati sendiri di rumah dengan langkah-langkah pengobatan tertentu.





1. Tiao kau ( ST 38) , untuk kaki kejang
2. Zusanli (ST 36 ), untuk kaki lelah 
3. Biguan    (ST 31), untuk kaki kaki
4. Chengsan (BL 57), untuk kaki kram
5. Pucan      (BL 61), kejang otot kaki
6. Heyang   (Bl 55 ),  Kejang otot kaki



1. Rajin berolah raga , terutama jongkok- bangun .
2. Bekerja atau tidur  pada ruangan , memakai AC jangan terlalu dingin.
3. Jangan bekerja terlalu lelah , terutama aktivitas  otot alat gerak.
4. Banyak minum cairan mineral.
5. Makan buah-buah yang mengandung kalsium.
6. Jaga kesehatan Lever , Limpa dan Kandung empedu.
7. Jangan memakai sepatu Hak tinggi.
8. Minum air jahe rebusan , untuk menghangatkan urat-urat dan otot




SEMOGA BERMANFAAT

Friday, 12 May 2017

Cara Jitu Pencegahan Defek Septum Ventrikel




Defek septum ventrikel atau ventricular septal defect (VSD) adalah kelainan jantung bawaan berupa lubang di dinding pemisah (septum) antara bilik kanan dan bilik kiri jantung. Pada kebanyakan kasus, defek septum ventrikel muncul di bagian bawah katup aorta. Katup ini berfungsi mengontrol aliran darah dari bilik kiri ke pembuluh darah arteri utama dalam tubuh, yaitu aorta.

Defek septum ventrikel menyebabkan darah yang kaya oksigen tidak dipompa ke seluruh tubuh, melainkan masuk kembali ke paru-paru. Akibatnya, kerja jantung menjadi lebih berat. Kelainan anatomi jantung ini pada umumnya merupakan kelainan bawaan yang didapat sejak lahir. Jika berukuran kecil, defek septum ventrikel dapat menutup dengan sendirinya setelah beberapa waktu. Namun jika berukuran besar, lubang ini harus ditutup melalui operasi.

Dalam kondisi normal, darah dipompa dari jantung bagian kanan menuju ke paru-paru untuk mendapatkan oksigen, dan masuk kembali ke jantung bagian kiri. Kemudian jantung bagian kiri bertugas memompa darah yang kaya oksigen tersebut ke seluruh tubuh. Adanya defek septum ventrikel menyebabkan darah dari bilik kiri jantung yang kaya oksigen bercampur dengan darah di bilik kanan jantung yang belum teroksigenisasi. Hal ini memaksa jantung, baik bagian kanan maupun bagian kiri, untuk bekerja lebih keras.


Defek septum ventrikel seringkali tidak langsung terdeteksi pada saat lahir, terutama  apabila lubang defek berukuran kecil. Bahkan bisa saja kelainan ini tidak menunjukkan gejala sampai memasuki usia kanak-kanak.

Gejala defek septum ventrikel berbeda-beda, tergantung dari ukuran lubang defek dan dari ada atau tidaknya kecacatan jantung lain yang menyertai. Berikut adalah beberapa gejala defek septum ventrikel yang sering ditemukan pada bayi atau anak-anak :

 Sesak napas dan mudah lelah.
 Kehilangan nafsu makan.
 Pertambahan berat badan terhambat.
 Napas terengah-engah dan berkeringat banyak saat makan atau menangis.
 Kulit pucat, dan mungkin membiru di sekitar bibir dan kuku.
 Sering mengalami infeksi pernapasan.
 Detak jantung cepat dan tidak beraturan.

Gejala-gejala tersebut akan sangat berbahaya apabila diabaikan dan dapat berakibat fatal.

Pada orang dewasa, gejala defek septum ventrikel biasanya berupa napas terengah-engah baik saat aktivitas maupun saat berbaring, detak jantung cepat dan tidak beraturan, serta sering merasa kelelahan dan lemas. Gejala-gejala yang muncul umumnya lebih ringan sehingga sering diabaikan. Namun apabila tidak diatasi, keluhan dapat menjadi semakin berat.


Defek septum ventrikel pada umumnya merupakan kelainan jantung bawaan akibat adanya gangguan pada proses pembentukan jantung semasa janin, di mana dinding pemisah antara bilik kanan dan bilik kiri jantung tidak menutup dengan sempurna. Penyebab terjadinya gangguan ini sendiri masih belum jelas. Namun demikian, sudah diketahui bahwa defek septum ventrikel lebih banyak ditemukan pada orang Asia, pada orang-orang dengan riwayat penyakit jantung bawaan di keluarga, dan pada orang-orang dengan kelainan genetik, seperti sindrom Down.

Walaupun sangat jarang, defek septum ventrikel dapat juga terjadi pada usia dewasa, biasanya setelah serangan jantung atau akibat cedera pada dada.


Pada pemeriksaan fisik pasien defek septum ventrikel, dokter akan menemukan adanya murmur jantung (suara jantung yang terdengar seperti desiran). Pemeriksaan lanjutan yang kemudian akan dilakukan untuk memastikan diagnosa adalah :

 Pulse Oksimeter. Sebuah alat portabel untuk mengukur kadar oksigen dalam darah dengan cara menempatkan sensor di ujung jari pasien.
 Ekokardiogram. Tes ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran jantung dan bagian-bagiannya dengan menggunakan gelombang suara. Gambar yang dihasilkan adalah dalam bentuk grafik bergerak yang ditampilkan pada layar alat.
 Katerisasi jantung. Metode ini dilakukan dengan memasukkan selang elastis tipis (kateter) melalui pembuluh darah di selangkangan, leher atau lengan, untuk diarahkan menuju jantung.

Selain itu, bisa juga dilakukan beberapa pemeriksaan berikut untuk melihat apakah komplikasi sudah terjadi :

 Rontgen dada. Metode pencitraan dengan gelombang elektromagnetik untuk melihat kondisi jantung dan paru-paru.
 Elektokardiogram. Tes ini dilakukan dengan menempelkan sadapan ke kulit, untuk merekam aktivitas kelistrikan jantung.


Operasi adalah pilihan penanganan yang utama, khususnya bila lubang defek berukuran besar dan menimbulkan gejala yang signifikan. Obat-obatan dapat diberikan untuk mengatasi gejala sebelum operasi dapat dilakukan, atau sampai kondisi pasien memungkinkan untuk menjalani operasi. Pada defek septum ventrikel yang berukuran kecil, seringkali lubang dapat menutup dengan sendirinya. Pada kasus seperti ini, obat-obatan juga dapat diberikan untuk mengatasi gejala yang mungkin timbul, sambil memantau perkembangan pasien.


 Penutupan dengan kateter. Penutupan lubang pada septum dilakukan dengan proses kateterisasi jantung, tanpa melakukan pembedahan.
 Pembedahan jantung. Dilakukan dengan membuka rongga dada dan melakukan penjahitan lubang pada septum jantung. Selama pembedahan berlangsung, kerja jantung dan paru-paru sementara digantikan oleh mesin yang disebut heart-lung machine.
 Prosedur gabungan (hybrid procedure). Pada prosedur gabungan, sayatan yang dibuat hanya berukuran kecil untuk memasukkan kateter ke jantung, tanpa membuka rongga dada dan tanpa perlu menghentikan kerja jantung sementara. Penutupan lubang pada septum kemudian dilakukan melalui kateter. Dengan luka yang lebih minimal, masa pemulihan dengan prosedur ini tentu saja lebih cepat dibandingkan dengan prosedur pembedahan.

Obat-obatan yang dapat diberikan untuk mengatasi gejala yang muncul pada defek septum ventrikel antara lain :

 Diuretik. Obat jenis ini digunakan untuk mengurangi kelebihan cairan dari tubuh sehingga kerja jantung lebih ringan dan pasien merasa lebih baik.
 Vasodilator. Dapat mengurangi tekanan di serambi kiri jantung pasien dan membuat detak jantung lebih teratur.
 Digoxin. Menambah kekuatan otot jantung untuk memompa darah.


Defek septum ventrikel yang berukuran kecil mungkin tidak akan menimbulkan masalah. Namun apabila lubang defek berukuran sedang sampai besar, kelainan ini dapat menimbulkan masalah serius yang mungkin berujung pada kematian, oleh karenanya harus segera ditangani.

Semakin lama defek septum ventrikel dibiarkan tanpa penanganan, semakin parah pula masalah dan gejala yang ditimbulkan. Penanganan awal yang dilakukan bertujuan untuk mencegah munculnya komplikasi seperti hipertensi pulmonal, hipoksemia, hipoksia, endokarditis, dan gangguan jantung lainnya.


Secara umum, tidak ada yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya defek septum ventrikel. Namun setidaknya penerapan pola hidup yang baik untuk menjaga kesehatan kandungan dan janin selama masa kehamilan tetap harus dilakukan. Di antaranya adalah :

 Mengonsumsi makanan yang sehat.
 Rutin berolahraga.
 Menjalani diet yang seimbang.
 Jauhkan diri dari rokok, narkotika, dan alkohol.
 Menghindari diri dari infeksi.
 Mengontrol diabetes.




SEMOGA BERMANFAAT