Tuesday, 11 April 2017

Titik Meridian Akupuntur Untuk Pilek




Pilek adalah radang yang terjadi pada lapisan hidung dan tenggorokan, sehingga menyebabkan produksi lendir menjadi lebih banyak. Mereka yang terkena pilek akan mengalami gejala berupa nyeri tenggorokan, bersin-bersin, hidung tersumbat yang kemudian beringus, bahkan batuk-batuk.


Pilek disebabkan oleh virus dari kelompok coronaviruses dan rhinoviruses. Kondisi ini dapat menular melalui kontak langsung maupun tidak langsung. Contoh penularan melalui kontak langsung adalah ketika seseorang tanpa sengaja menghirup butiran - butiran bersin yang dikeluarkan penderita pilek di udara. Sedangkan contoh penularan tidak langsung adalah ketika seseorang tidak sengaja memegang benda yang telah terkontaminasi virus dari penderita pilek, lalu orang itu memegang hidung atau mulutnya.


Satu - satunya cara efektif untuk mencegah pilek adalah dengan mencegah penularan virus secara fisik. Tindakan pencegahan tersebut termasuk mencuci tangan dan memakai masker penutup muka. Di lingkungan pusat pelayanan kesehatan, jubah dan sarung tangan sekali pakai juga dikenakan. Mengisolasi orang yang terkena pilek tidak mungkin dilakukan karena penyakit tersebut dapat menyebar kemana-mana dan gejalanya pun tidak spesifik. Vaksinasi terbukti sulit untuk mencegah penularan karena terlalu banyak virus yang dapat menyebabkan pilek dan virus-virus tersebut mengalami perubahan yang sangat cepat. Pengembangan vaksin pencegah pilek yang sangat ampuh juga sepertinya tidak mungkin dilakukan.





Pilek adalah radang yang terjadi pada lapisan hidung dan tenggorokan, sehingga menyebabkan produksi lendir menjadi lebih banyak. Mereka yang terkena pilek akan mengalami gejala berupa nyeri tenggorokan, bersin-bersin, hidung tersumbat yang kemudian beringus, bahkan batuk-batuk.


Pilek disebabkan oleh virus dari kelompok coronaviruses dan rhinoviruses. Kondisi ini dapat menular melalui kontak langsung maupun tidak langsung. Contoh penularan melalui kontak langsung adalah ketika seseorang tanpa sengaja menghirup butiran - butiran bersin yang dikeluarkan penderita pilek di udara. Sedangkan contoh penularan tidak langsung adalah ketika seseorang tidak sengaja memegang benda yang telah terkontaminasi virus dari penderita pilek, lalu orang itu memegang hidung atau mulutnya.


Satu - satunya cara efektif untuk mencegah pilek adalah dengan mencegah penularan virus secara fisik. Tindakan pencegahan tersebut termasuk mencuci tangan dan memakai masker penutup muka. Di lingkungan pusat pelayanan kesehatan, jubah dan sarung tangan sekali pakai juga dikenakan. Mengisolasi orang yang terkena pilek tidak mungkin dilakukan karena penyakit tersebut dapat menyebar kemana-mana dan gejalanya pun tidak spesifik. Vaksinasi terbukti sulit untuk mencegah penularan karena terlalu banyak virus yang dapat menyebabkan pilek dan virus-virus tersebut mengalami perubahan yang sangat cepat. Pengembangan vaksin pencegah pilek yang sangat ampuh juga sepertinya tidak mungkin dilakukan.






SEMOGA BERMANFAAT




SEMOGA BERMANFAAT

Monday, 10 April 2017

Teknik Terapi Akupuntur Untuk Terapi Kanker




Akupuntur berperan sebagai terapi penunjang atau bersifat paliatif.


1. Meringankan gejala nyeri
2. Memperbaiki keadaan umum 
3. Mengatasi kontsipasi atau diare 
4. Meningkatkan daya imun tubuh 


1. Terapi kausal terbatas pada peningkatan daya tahan tubuh
2. Simptomatis (titik nyeri tekan dan titik akupunktur sesuai dengan organ yang terkait) 
3. Alat dan teknik perangsangan di sesuaikan dengan kondisi. 


  • Akupunktur dalam meningkatkan daya imun tubuh
  • Akupunktur dalam mencegah atau mengurangi efek samping radioterapi/kemoterapi dan nyeri pasca bedah
  • Akupunktur dalam menghilangkan/mengurangi gejala & keluhan terutama nyeri dan gangguan menelan

1. Dalam peningkatan daya imun 

• Yuan et al (1993) : akupunktur menambah daya imun seluler.
• Lee et al (1975) : efek inhibisi akupunktur pada pertumbuhan Ehlich asites tumor 
• Zai et al (1994) : pemberian moksa pada titik Guanyuan dapat : 

  1. Meningkatkan imunologi seluler pada tikus dg kanker
  2. Merangsang hipofise dan kel. adrenal berproliferasi dan meningkatkan produksi B- Endorfin. 
• Hau et al (1999): moksibusi inhibisi pertumbuhan metastase 

2. Mencegah atau mengurangi efek samping radioterapi/kemoterapi/nyeri pasca bedah

• Johnstone et al (2002) : akp mencegah/mengobati efek samping kemoterapi/radioterapi seperti kering rongga mulut, mual, muntah dan lekopenia. 
• Chen et al (1991) : keberhasilan terapi dengan teknik penghangatan. 
• Wu et al (1997) : titik Xuehai dan Geshu berhasil meningkatkan lekosit. 
• Bardychev et al (1988) : menghilangkan edema pada alat gerak akibat radiasi. 
• Chelkalna (1982) : mempengaruhi trombosit dan fibrolisis. 
• He et al (1999) : efek analgesi dan perbaikan gerak lengan pasca bedah kanker payudara. 

3. Mengurangi nyeri dan gangguan menelan

• Iaritsyn et al (1979), Dao et al (1995) : rangsang akp meningkatkan kadar endorfin yang dapat mengurangi dosis pemberian morfin. 
• Ryndolm et al (1999) : perbaikan terhadap keluhan kering di mulut, disfagia, kesulitan bicara. 
• Filshie et al (1996) : mengatasi gangguan pernafasan, nyeri, gelisah dan relaksasi. 
• Alimi D et al (2003) : akp telinga mengurangi nyeri kanker Prosedur Tetap Sesuai dg tujuannya, akupunktur berperan sebagai terapi penunjang terhadap terapi yang sudah baku, sehingga dokter spesialis akupuntur medik bertindak untuk menerima pasien dari departemen lain dalam kasus : 

  1. Pasien yang akan menerima radioterapi, kemoterapi atau tindakan bedah
  2. Pasien yang sedang dalam pengobatan radioterapi/ kemoterapi dan pasca bedah
  3. Pasien kanker stadium terminal 

• Mempelajari rekam medis 
• Melakukan pemeriksaan diagnostik 
• Menentukan rencana terapi 
• Persiapan tindakan akupunktur 
• Tindakan sesuai dengan rencana terapi 
• Tindak lanjut 
• Pencatatan rekam medis 



SEMOGA BERMANFAAT

Friday, 7 April 2017

Inilah Akupuntur Untuk Menghentikan Ngompol




Kebiasaan ngompol pada anak maupun orang dewasa adalah kasus yang berbeda namun penangannya sama didalam Akupuntur.

Mengompol pada waktu tidur (umumnya malam hari) adalah normal pada anak balita, namun bila umurnya sudah diatas balita , hal ini menjadi suatu gangguan bagi phsylogis anak tersebut. Akupuntur melihat ini ada hubungannya dengan perkembangan kandung kemih.

Anak-anak masih mengembangkan kekuatan otot kandung kemih ,sebagai suatu alarm bila  kandung kemihnya sudah penuh , masa pembelajaran mengontrol alarm kemih ini masih berlangsung sampai umur 7 th .

Lain lagi Akupuntur melihat pola kerja ginjal yang member qi pada kandung kemih untuk menampung dan mengeluarkan urine , bila ada kelainan pada meridian akupuntur kandung kemih , maka pola kerja kemih (berkemih) juga terganggu , apa lagi pada penderita stroke/ lumpuh / demensia  dan juga diabetes.

Beberapa cara yang praktis , dapat diterapkan baik pada anak maupun dewasa , untuk mencegahnya  atau mungkin menyembuhkannya , yaitu dengan menekan titik accupioint , pada meridian kandung kemih antara lain :

1. Taixi (KI 3)

Letak        : Dibelakang mata kaki bagian dalam
Khasiat     : menguatkan ginjal,ngompol,menstruasi tak teratur.

2. Shensu (BL 23)

Letak        : 2 jari dari tulang punggung,diantara ke 2 dan 3.
Khasiat     : menguatkan ginjal,ngompol,keputihan.

3. Guanyuan (RN4)

Letak        : 2 jari dari tulang punggung,diantara ke 2 dan 3.
Khasiat     : menguatkan ginjal,ngompol,keputihan.

4. Zusanli (ST 36)

5. Ming Men (DU 4)

Letak        : 4 jari dibawah pusar.
Khasiat     : menstruasi sakit,ngompol,keputihan.




SEMOGA BERMANFAAT

Wednesday, 5 April 2017

Titik Akupuntur Pada Infeksi Saluran Kencing




Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan alur kolektif organ pembentuk, pengumpul, dan pengosongan urin yaitu ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra.  Jenis ISK yang paling umum adalah infeksi kandung kemih yang sering juga disebut sebagai sistitis. Tidak semua infeksi saluran kemih menimbulkan gejala, infeksi saluran kemih yang tidak menimbulkan gejala disebut sebagai infeksi saluran kemih asimtomatis.

Saluran kemih terdiri dari dua bagian, yaitu saluran kemih bagian atas yang berada di ginjal hingga ureter proximal dan saluran kemih bagian bawah yang terdiri dari ureter distal, kandung kemih dan uretra. Berdasarkan gejalanya, ISK dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu ISK bawah dan atas. 

ISK bawah merupakan infeksi yang terjadi pada uretra dan kandung kemih. Gejala dari kondisi ini meliputi rasa ingin selalu buang air kecil, nyeri atau perih saat buang air kecil, warna urin yang keruh, dan bau urin yang menyengat. Sedangkan ISK atas merupakan infeksi yang terjadi pada ureter dan ginjal. Gejala dari kondisi ini meliputi nyeri pada bagian selangkangan, mual, dan demam.

Sembilan dari sepuluh kasus ISK disebabkan oleh bakteri Escherichia coli atau E. coli yang umumnya hidup di dalam usus besar dan sekitar anus. Diperkirakan bakteri ini masuk ke dalam saluran uretra seseorang ketika kurang baik dalam melakukan pembersihan setelah buang air besar maupun kecil. Misalnya pada saat kertas toilet yang dia gunakan untuk membersihkan anus turut menyentuh organ kelaminnya, maka bakteri dapat masuk ke saluran kemih. Dalam kasus seperti ini wanita lebih rentan terkena ISK karena jarak uretra dengan anus pada tubuh mereka lebih dekat daripada jarak yang ada pada tubuh pria. ISK juga bisa disebabkan oleh iritasi setelah berhubungan seksual dan akibat terganggunya kinerja pengosongan urin oleh kondisi tertentu.

Jika menderita infeksi saluran kemih (ISK), segera temui dokter agar pengobatan dengan antibiotik dapat secepatnya dilakukan. Beberapa jenis antibiotik yang biasanya disarankan dokter adalah ciprofloxacin, levofloxacin, amoxicillin, nitrofurantoin, dan trimethoprim. Selama infeksi tergolong ringan dan tidak berisiko tinggi untuk mengalami komplikasi, perawatan di rumah sakit tidak diperlukan.

Selain antibiotik, obat pereda rasa sakit seperti parasetamol juga kadang-kadang diperlukan untuk menghilangkan rasa nyeri yang disebabkan ISK. Namun, jika Anda menderita ISK atas, hindari obat pereda nyeri anti inflamasi non-steroid atau OAINS, seperti ibuprofen. Dikhawatirkan obat ini dapat menyebabkan masalah pada ginjal.

Selain dengan menggunakan obat-obatan dari dokter, penyembuhan ISK akan makin cepat berhasil jika ditunjang dengan langkah-langkah yang bisa Anda lakukan di rumah, di antaranya :

1. Jangan tahan keinginan Anda untuk kencing karena dengan mengosongkan kandung kemih, Anda dapat mencegah bakteri untuk makin berkembang biak.
2. Minum banyak air.
3. Redakan nyeri dengan kompresan air panas.

selain tiga alternatif di atas dapat pula dilakukan dengan cara terapi akupuntur pada bagian-bgian tertentu terurama di bagian kaki. berikut cara dan titik-titiknya :

Untuk menghilangkan penyakit infeksi saluran kencing lakukan pemijatan pada bagian kaki dengan dua langkah :

1. langkah pertama pemijatan dilakukan di bagian mata kaki



2. kedua masih pada bagian kaki





ISK yang tergolong ringan biasanya akan sembuh beberapa hari setelah pengobatan dimulai. Namun jika ISK tergolong parah, terutama hingga menimbulkan komplikasi, penderita perlu dirujuk ke rumah sakit.




SEMOGA BERMANFAAT

Tuesday, 4 April 2017

Istilah Fibrosis Paru




Fibrosis paru adalah munculnya jaringan parut pada paru-paru yang menyebabkan kerusakan dan terganggunya fungsi paru-paru. Kerusakan ini menyebabkan jaringan di sekitar kantung udara di dalam paru-paru (alveolus) menebal dan kaku sehingga sulit bagi oksigen untuk masuk ke dalam darah.

Seorang penderita fibrosis paru akan mengalami kesulitan bernapas diakibatkan kondisi yang terjadi pada paru-parunya tersebut. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, namun penyebabnya yang sesungguhnya masih belum diketahui hingga kini sehingga penyakit ini biasa disebut juga dengan fibrosis paru idiopatik.

Orang-orang yang berusia lanjut merupakan kelompok orang yang rentan terkena penyakit ini, yaitu usia 50 tahun ke atas. Angka kejadian pada pria tercatat lebih tinggi dibandingkan wanita. Pengobatan penyakit ini bertujuan untuk mengurangi gejala yang dirasakan penderitanya karena paru-paru yang rusak akibat ini tidak bisa diperbaiki.


Kerusakan paru-paru dapat disebabkan oleh beberapa faktor yang berbeda, termasuk terapi radiasi maupun dari obat-obatan tertentu. Walau penyebab pastinya masih belum diketahui, berikut adalah beberapa faktor utama dan faktor risiko yang bisa menjadi pemicu fibrosis paru :

1. Kondisi medis. Fibrosis paru dapat berkembang dari beberapa penyakit yang dimiliki oleh seseorang, seperti pneumonia, rheumatoid arthritis, sarkoidosis, dermatomyositis, dan berbagai penyakit jaringan ikat.

2. Obat-obatan tertentu. Beberapa obat-obatan yang dapat merusak jaringan di paru-paru, antara lain obat kemoterapi, penyakit jantung, antiinflamasi, dan antibiotik.

3. Pengobatan dengan menggunakan terapi radiasi. Pengobatan ini akan merusak paru-paru jika dilakukan dalam jumlah yang banyak, waktu yang lama, terdapat penyakit paru yang mendasari, dan digabung dengan kemoterapi. Tanda-tanda kerusakan paru dapat mulai terlihat berbulan-bulan hingga tahunan sejak penderita pertama terpapar radiasi.

4. Faktor lingkungan yang berhubungan dengan pekerjaan atau okupasi. Lingkungan atau pekerjaan yang membuat seseorang terpapar zat beracun atau sumber polusi dalam jangka panjang juga dapat membahayakan paru-parunya. Beberapa zat dan pekerjaan yang berisiko, antara lain serbuk batu bara, asbes, silika, logam keras, butiran debu, kotoran hewan maupun burung, pekerja tambang, konstruksi, dan buruh tani.

5. Usia dan jenis kelamin. Fibrosis paru lebih banyak dialami oleh pria lansia dan dewasa dibanding perempuan ataupun anak-anak.

6. Faktor keturunan. Beberapa fibrosis paru diturunkan dalam keluarga sehingga faktor gen dapat menjadi faktor risiko dari kondisi ini.

7. Kebiasaan merokok. Asap tembakau, perokok, maupun orang yang pernah merokok, serta penderita emfisema akan memiliki risiko terkena fibrosis paru lebih besar dibanding orang yang tidak merokok sama sekali.


Gejala dan tingkat keparahan fibrosis paru dapat berbeda-beda pada masing-masing penderita. Penderita yang satu dapat mengalami gejala yang berat dengan kondisi yang memburuk dengan cepat, sementara penderita lainnya hanya mengalami gejala yang sedang dengan perkembangan yang lebih lambat.

Gejala fibrosis paru berkembang secara berkala, biasanya berlangsung selama lebih dari 6 bulan, dengan gejala yang paling sering dialami adalah sesak nafas dan batuk. Berikut adalah gejala fibrosis paru lainnya yang perlu diperhatikan :

1. Nafas yang pendek hingga penderita mengalami kesulitan bernapas dengan baik (dyspnea), bahkan ketika melakukan aktivitas yang tergolong ringan, misalnya berpakaian. Tidak sedikit orang yang menganggap gejala ini sebagai akibat dari pertambahan usia atau kurangnya olahraga.

2. Kelelahan

3. Batuk kering

4. Nyeri otot dan sendi

5. Berkurangnya berat badan tanpa sebab yang jelas

6. Ujung jari tangan dan kaki yang melebar dan membulat

Penderita dengan gejala yang memburuk dalam hitungan hari atau minggu akan memerlukan penanganan khusus dari dokter. Segera temui dokter jika Anda mengalami kesulitan bernapas selama beberapa waktu dan batuk yang berlangsung selama lebih dari 3 minggu.


Sebelum merekomendasikan pengobatan apa yang sesuai untuk penderita fibrosis paru, dokter akan melakukan proses diagnosis yang terdiri dari evaluasi riwayat penyakit pasien dan keluarga, pemeriksaan fisik, dan berbagai tes penunjang.

Selain itu, dokter juga akan memeriksa gejala dan bertanya apakah pasien pernah terpapar zat-zat tertentu yang bisa menjadi pemicu penyakit ini. Pada pemeriksaan fisik, dokter akan memeriksa kemampuan paru-paru dengan mendengarkan pasien bernapas.


1. Tes darah. Tes ini dilakukan untuk mengevaluasi fungsi hati dan ginjal dan sekaligus untuk menyingkirkan kemungkinan kondisi kesehatan lainnya.

2. Tes fungsi paru. Beberapa jenis tes yang mungkin dilakukan adalah:

3. Spirometri. Mengukur sebanyak apa udara yang bisa dihirup, ditahan, dan dikeluarkan dari paru-paru.

4. Oksimeteri nadi. Mengukur saturasi udara di dalam darah.

5. Uji tekanan. Dilakukan ketika pasien beraktivitas di atas treadmill atau sepeda statis untuk mengetahui fungsi paru ketika sedang beraktivitas.

6. Analisa gas darah. Mengukur kadar oksigen dan karbondioksida di dalam darah dengan menggunakan contoh darah pasien.

7. Tes pencitraan (pindai) tubuh. Beberapa jenis pemindaian tubuh yang mungkin dilakukan adalah :

  • X-ray dada. Untuk mencari tahu jaringan parut pada paru-paru dan memantau perkembangan penyakit dan pengobatan yang sedang dijalani.
  • CT scan. Untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang dialami oleh paru-paru dengan lebih jelas.
  • Ekokardiogram. Untuk mengetahui struktur dan fungsi jantung khususnya tingkat tekanan pada ventrikel kanan jantung yang bisa memicu komplikasi gagal jantung.
  • Tes jaringan atau biopsi. Tes ini dilakukan dengan cara mengambil sebagian kecil jaringan paru-paru untuk diperiksa di laboratorium. Beberapa jenis biopsi yang umumnya dilakukan adalah :
  1. Bronkoskopi. Untuk mendapatkan contoh jaringan yang lebih kecil menggunakan tabung kecil yang fleksibel yang dimasukkan melalui mulut atau hidung hingga ke paru-paru.
  2. Biopsi melalui prosedur operasi. Untuk mendapatkan contoh jaringan yang lebih besar menggunakan prosedur bedah torakoskopik dengan bantuan video (VATS) atau prosedur torakotomi yaitu bedah terbuka. Kedua prosedur ini dilakukan dengan cara membuat irisan di area dada, tepatnya di antara tulang rusuk, dan dengan bius umum pada penderita.


Kerusakan paru-paru pada kondisi ini hanya dapat diperlambat dan dikurangi dampak dari gejalanya dengan pemberian obat-obatan dan melakukan rangkaian terapi. Apabila terapi konvensional dengan obat-obatan gagal, transplantasi paru mungkin akan direkomendasikan oleh dokter Anda. Berikut adalah beberapa metode pengobatan fibrosis paru yang umum dilakukan :

1. Obat-obatan

Untuk memperlambat perkembangan fibrosis paru dan gangguan saluran pencernaan yang umumnya dialami oleh pemilik kondisi ini. Beberapa contoh obat-obatan, yaitu pirfenidone, nintedanib. Beberapa efek samping dari obat-obatan ini, antara lain ruam, mual, dan diare.

2. Rehabilitasi paru

Untuk mengurangi gejala dan menunjang fungsi tubuh, melatih ketahanan fisik, dan meningkatkan teknik pernapasan guna melatih efisiensi paru.

3. Terapi oksigen

Untuk membuat latihan dan pernapasan itu sendiri menjadi lebih mudah, mengurangi risiko terjadinya komplikasi akibat kadar oksigen yang rendah, dan mengurangi tekanan darah di sisi kanan jantung. Terapi ini juga akan membantu memperbaiki kualitas tidur dan kesejahteraan hidup penderita. Terapi dapat diberikan ketika pasien tidur atau latihan, dan ada juga yang menggunakannya setiap saat.

4. Transplantasi paru

Selain manfaat baik dari transplantasi paru, dokter akan mendiskusikan juga risiko komplikasi berupa penolakan tubuh terhadap organ pengganti kepada pasien.

Selain pengobatan yang bersifat medis, penderita fibrosis dapat juga mulai mengambil tindakan aktif dalam perawatan yang tengah dilaluinya untuk menjaga dan meningkatkan kesehatannya sendiri. Beberapa langkah yang bisa dilakukan, adalah :

1. Ikuti rencana perawatan yang sedang dijalani, janji temu dengan dokter, instruksi dokter, jadwal minum obat, dan ikuti diet makanan maupun jadwal latihan yang telah dianjurkan.

2. Menjaga makan dengan nutrisi yang berimbang dan lebih sering dengan porsi makanan yang lebih kecil. Langkah ini penting karena penderita fibrosis paru umumnya mengalami penurunan berat badan akibat kondisinya yang membuat tidak nyaman ketika bernapas juga ketika makan. Diskusikan pilihan menu makanan yang sesuai dengan kondisi Anda.

3. Berhenti merokok. Jika mengalami kesulitan menghentikan kebiasaan ini, Anda dapat mendiskusikan program apa saja yang cocok untuk dijalani bersama dokter Anda. Hindari juga berada di dekat orang-orang yang merokok karena menghirup asap rokok juga dapat memengaruhi paru-paru.

4. Olah tubuh rutin dapat membantu menjaga fungsi paru dan mengendalikan stres. Kegiatan seperti jalan kaki dan bersepeda bisa dilakukan namun akan membutuhkan waktu dan proses. Diskusikan dengan dokter jenis olahraga apa yang sesuai dengan kondisi Anda.

5. Pastikan Anda memiliki waktu istirahat yang cukup dengan demikian Anda akan memiliki lebih banyak energi dan dapat mengurangi stres yang dirasakan akibat kondisi ini.

6. Pastikan Anda dan keluarga mendapatkan vaksin pneumonia dan flu tahunan agar terhindar dari infeksi saluran pernapasan yang bisa memperburuk kondisi fibrosis paru. Hindari juga bertemu dengan banyak orang di musim flu tengah merebak.

Pada beberapa orang, perawatan fibrosis paru dapat membawa pengaruh yang baik sehingga mereka dapat tidak terganggu oleh gejala dari kondisi ini hingga bertahun-tahun lamanya. Namun ada juga yang kondisinya memburuk dengan cepat.

Fibrosis paru memang termasuk salah satu jenis penyakit yang dapat bertambah parah seiring waktu. Menjadi aktif dan mempelajari mengenai penyakit ini dapat membantu Anda dan juga orang-orang di sekitar dalam melalui proses perawatan.

Bersikap terbuka dengan dokter Anda juga dianjurkan khususnya ketika stres dan depresi menyerang. Dokter dapat merujuk Anda pada seorang ahli kesehatan mental atau menyarankan langkah alternatif lainnya untuk meringankan kondisi Anda.

Pemantauan kesehatan rutin dapat membantu pasien mengetahui perkembangan penyakit ini dan kondisi kesehatannya. Seiring perkembangan kondisi, dokter mungkin akan mulai mendiskusikan perihal perawatan akhir hidup dan langkah-langkah lain yang harus dipersiapkan bersama pasien dan keluarga.


Berikut adalah beberapa komplikasi yang mungkin berkembang jika fibrosis paru tidak segera diobati :

1. Komplikasi paru, misalnya penggumpalan darah di paru-paru, infeksi paru-paru, atau paru-paru yang gagal berfungsi.

2. Gagal pernapasan sebagai akibat penyakit paru yang parah, ketika kadar oksigen di paru-paru berada di level yang sangat rendah

3. Tekanan darah tinggi dalam paru-paru atau hipertensi pulmonal ketika jaringan parut memengaruhi pembuluh darah paru dan menyebabkan aliran darah terganggu.

4. Gagal jantung sisi kanan atau cor pulmonale, yaitu disebabkan oleh ventrikel jantung sebelah kanan bawah yang bekerja terlalu keras memompa darah melalui pembuluh darah paru yang tersumbat.

5. Kanker paru-paru yang berkembang dari fibrosis paru jangka panjang.


SEMOGA BERMANFAAT 

Metode Akupuntur Untuk Hidrosalping




Hidrosalping berasal dari kata Yunani, berarti “ tabung air”. Hidrosalping merupakan suatu jenis kelainan pada tuba yang menyebabkan infertilitas. Penyebab yang utama kerusakan distal tuba adalah Pelvic inflamantory Disease (PID), yang umumnya disebabkan oleh infeksi chlamydia atau gonorhoe. Penyebab lain dari kerusakan distal tuba meliputi adhesi dari tindakan operasi, endometriosis, dan kanker tuba maupun ovarium.

Lapisan silia bagian dalam (endosalping) dari tuba fallopi bergerak arah uterus. Cairan tuba secara normal disekresi oleh fimbriae dan masuk ke dalam rongga peritoneal untuk dibersihkan. Jika akhir fimbriae darituba menjadi lengket, akan terjadi obstruksi cairan, sehingga akan mengalir ke arah muara. Hal ini menyebabkan fertilitas tidak dapat berlangsung.


Pasien dengan hidrosalping menjalani operasi perbaikan tuba untuk membuka sumbatan tuba (salpingostomi) dan melepaskan adhesi (adhesiolisis). Tingkat kehamilan menurun karena proses infeksi yang merusak tuba secara permanen, dan dapat terjadi pembentukan hidrosalping dan adhesi kembali. Kehamilan ektopik merupakan komplikasi dari hidrosalping. Intervensi pembedahan/ operasi dapat dilakukan dengan laparotomi atau laparoskopi. Wanitafertil yang mengalami nyeri yang kronis karena hidrosalping dapat mempertimbangkan untuk menjalani salpingostomi atau bahkan histerektomi.

Cara mengatasi Hidrosalping ini selain operasi dapat dilakukan dengan menggunakan akupuntur untuk dapat meningkatkan fertilitas pada wanita.


SEMOGA BERMANFAAT

Monday, 3 April 2017

Metode Akupuntur Untuk Tumbuh Kembang Bayi




Masa tumbuh kembang adalah “ masa emas “ yang akan menentukan kualitas kesehatan, intelektual serta membentuk kepribadian seorang anak disaat dewasanya kelak. Di masa inilah bayi/ balita mengalami perkembangan fisik dan mental sesuai tingkat umurnya. Kehadiran buah hati yang tumbuh sehat dan ceria sangatlah didamba orangtua. 

Namun kebahagian, kesehatan serta keceriaan si kecil dapat terancam sebagai akibat :

• Gerakan-gerakan ekstrim saat beraktifitas maupun akibat posisi yang salah saat menggendong
• Pasca trauma akibat terjatuh atau stres psikis
• Penyakit infeksi akut karena sistem imun yang masih lemah
• Gangguan cuaca / lingkungan yang tidak bersahabat, serta
• Pola asuh dan pola makan yang salah

Bila si kecil sering menangis atau rewel (terutama di malam hari), tidak nafsu makan / menyusu, lesu serta demam, ini menandakan bayi atau balita kita sedang mengalami masalah  kesehatan.

Solusi paling tepat dalam mengatasi gangguan atau keluhan kesehatan pada bayi atau balita adalah dengan cara melakukan pijat (massage). Selain aman dan tanpa efek samping, banyak manfaat lain yang bisa kita dapatkan bila dilakukan dengan benar dan rutin, seperti :

• Melancarkan peredaran darah serta meningkatkan metabolisme tubuh
• Membantu proses tumbuh kembang yang optimal
• Memperbaiki atau mengoreksi posisi tulang ( terutama tulang belakang ) dan otot akibat salah urat, keseleo atau terjatuh
• Meningkatkan imunitas atau kekebalan tubuh terhadap penyakit
• Mengatasi demam akibat masuk angin atau infeksi tahap awal
• Mengatasi gangguan pencernaan seperti kurang nafsu makan, kembung perut dan sembelit
• Mengatasi gangguan tidur atau rewel di malam hari serta membantu meningkatkan kualitas tidur. Kualitas tidur yang baik pada bayi atau balita merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan perkembangan otak dan tingkat kecerdasannya.

Lakukanlah pijat pada bayi atau balita anda secara rutin agar si kecil dapat tumbuh sehat dan ceria melewati masa tumbuh kembangnya secara optimal. Beberapa jenis gangguan kesehatan yang diderita balita, dapat diterapi dengan cara merangsang sejumlah titik-titik akupuntur tertentu pada tubuhnya. 


1. ASMA
2. ANAK SULIT MAKAN
3. RASA SAKIT SAAT TUMBUH GIGI
4. MENINGKATKAN KEKEBALAN TUBUH (IMUN)
5.  BATUK PILEK
6.  DIARE
7.  PERKEMBANGAN OTAK (DAYA INGAT & KONSENTRASI)



SEMOGA BERMANFAAT