Thursday, 20 April 2017

Titik Meridian Akupuntur Untuk Epilepsi




Epilepsi adalah sekelompok penyakit saraf yang ditandai dengan kejang epilepsi. Epilepsi adalah episode yang dapat bervariasi dari singkat dan hampir tidak terdeteksi untuk jangka waktu yang gemetar kuat. Dalam epilepsi, kejang cenderung berulang, dan tidak memiliki penyebab langsung sementara kejang yang terjadi karena penyebab tertentu tidak dianggap mewakili epilepsi.

Penyebab kebanyakan kasus epilepsi tidak diketahui, meskipun beberapa orang mengembangkan epilepsi akibat cedera otak, stroke, tumor otak, dan gangguan penggunaan narkoba. Mutasi genetik terkait dengan sebagian kecil dari penyakit. 

Epilepsi adalah hasil dari aktivitas sel saraf kortikal yang berlebihan dan tidak normal di otak. Diagnosis biasanya melibatkan mengesampingkan kondisi lain yang dapat menyebabkan gejala yang mirip seperti pingsan. Selain itu, membuat diagnosis melibatkan menentukan apakah penyebab lain dari kejang hadir seperti layaknya alkohol atau elektrolit permasalahan. Hal ini dapat dilakukan dengan pencitraan otak dan melakukan tes darah. Epilepsi sering dapat dikonfirmasi dengan electroencephalogram (EEG) tapi tes normal tidak mengesampingkan kondisi tersebut.

Pada banyak kasus, orang dengan epilepsi akan cenderung memiliki jenis kejang-kejang yang sama setiap waktu, jadi gejala yang terjadi akan sama dari kejadian ke kejadian. Salah satu alternatif untuk bisa membantuk mengobati penyakit epilepsi atau ayan tersebut bisa dengan menggunakan alternatif menusukkan jarum lembut di titik-titik tertentu pada penderita epilepsi tersebut. berikut bagian-bagian yang perlu di Akupuntur :

1. Tahap Pertama



2. Tahap Kedua





SEMOGA BERMANFAAT

Wednesday, 19 April 2017

Titik Terapi Akupuntur Untuk Demam




Demam biasanya dialami oleh orang yang terlalu capek, Atau akan mulai batuk pilek, dan mulai sakit apa saja, yang jelas fisik lagi down atau fisik lemah. Sehingga badan panas dingin, menggigil, meriang, semua sakit rasanya jadi satu. Kalau sudah begitu biasanya orang langsung pergi kedokter. Atau minum obat warung seperti paramex, bodrex, dan sejenisnya sehingga kalau keseringan mempunyai efek samping keginjal. Tapi jangan kawatir karena saya akan uraikan cara mengobati dengan terapi yang aman tanpa efek samping.


Langkah pertama anda bisa memulai dari titik 39. kanan kiri.





Lalu dilanjutkan titik meredian kantung empedu 37. 38.39. kanan dan kiri.



Biasanya kalau sudah di pijit titik di atas demamnya sudah reda dan baru di lanjutkan 34. titik limpa hanya di kaki kiri saja dan 4. kanan kiri.



Terus dilanjutkan ketitik 40. 41 kanan kiri.





SEMOGA BERMANFAAT

Tuesday, 18 April 2017

Titik Meridian Akupuntur Untuk Gangguan Jiwa




Akupuntur merupakan metode pengobatan yang menggabungkan aspek fisik dan jiwa, dalam sebuah keseimbangan kehidupan sebagaimana falsafah kebudayaan bangsa tionghoa yin-yang. 

Stimulasi pada meridian organ tubuh secara efektif mempengaruhi energi vital tubuh manusia atau Qi dan mempengaruhi juga unsur psikologis atau jiwa. Kelainan pada fungsi organ akan saling mempengaruhi dan berkaitan. sebagai contoh sindrom panas yang menyerang jantung, maka gejala yang dirasakan secara fisik yaitu : wajah dan mata kemerahan, dada terasa panas, susah tidur, ujung lidah pecah-pecah, hipertensi. 

Maka gejala psikologis/ jiwa : mudah emosi, gelisah, gembira berlebihan. Penentuan titik akupuntur disesuaikan dengan indikasi meridien dan faktor pencetus gangguan kejiwaan. 

Berikut adalah titik akupuntur kejiwaan : 

  • Meridien Tai yin tangan : Shao shang Lu 11
  • Meridien Shao yang kaki : Tian chong Gb 9, Wai Qiu Gb 36
  • Meridien Tai yin kaki : Yin bai Sp 1
  • Meridien Que yin : Xi men Pc4, Jian shi Pc 5, Lao Gong Pc 8
  • Meridien Yang ming kaki : Zul san li St 36, Fen long St 40, Li dui St 45
  • Meridien Shao yin tangan : Shen men Ht 7 dan Shao chong Ht 9
  • Meridien Tai yang kaki : Gan shu Bl 18, Shen mai Bl 62, dan Tong Gu Bl 66. 
Sebagai tambahan titik akupuntur padameridien istimewa REN dan DU. Akupuntur sangat efektif dalam pengobatan berbagai macam gangguan kejiwaan, baik itu yang bersifat kronis maupun ringan. Adapun tindakan terapi akupunktur dapat dilakukan tentunya saat kondisi pasien terkontrol, dan memastikan jarum akupunktur tidak dicabut hingga sesi selesai.





SEMOGA BERMANFAAT

Monday, 17 April 2017

Inilah Ukuran Jarum Akupuntur Untuk Wajah




Akupuntur pada awalnya hanya digunakan untuk mengobati penyakit semata, bukan untuk kecantikan. Akupuntur kecantikan sendiri mulai digunakan konon ketika ada salah satu pasien di Cina yang mengalami stroke pada separuh wajahnya. Para dokterpun mencoba untuk menggunakan teknik akupuntur untuk menyembuhkan separuh wajahnya itu, dan ternyata berhasil. Bahkan setelah diamati lebih dalam, bagian wajah yang diakupuntur terlihat lebih kencang dan segar dibanding bagian wajah lainnya. Dari kejadian inilah, akupuntur kecantikan mulai digunakan dan dikembangan.


Manfaat akupuntur untuk kecantikan sendiri terbilang cukup banyak, seperti untuk mengencangkan pipi dan dahi, mengurangi keriput dan kerutan di dahi, menghilangkan jerawat dan flek hitam, memudarkan kantung mata, dan membantu proses regenerasi kulit. Sedangkan manfaat akupuntur untuk kesehatan sangat banyak antara lain untuk mengobati osteoarthritis lutut dan nyeri punggung bawah, memperlancar sistem pencernaan, mengurangi gejala neurologis setelah kemoterapi, memperbaiki sirkulasi darah, menghilangkan stres, cemas dan depresi ringan.

Prinsipnya, terapi akupuntur kecantikan adalah untuk menjaga, mengobati dan mempertahankan keadaan Qi (energi) agar tetap seimbang. Bila kondisi seperti itu bisa tetap terjaga, maka tubuh akan menjadi sehat secara menyeluruh, yang otomatis akan berhubungan dengan kecantikan alamiah yang akan langsung terpancar. Lamanya proses tusuk jarum, tergantung dari kasus masing-masing. Untuk terapi kecantikan, umumnya Anda harus meluangkan waktu antara 30 menit sampai 1 jam sekali perawatan.

Meski memang teknik akupuntur sudah terkenal ampuh mengobati berbagai jenis penyakit, teknik akupuntur tetap memilik resiko. Memang perbandingan antara resiko dengan manfaat akupuntur, lebih besar manfaatnya. Pengobatan dengan teknik akupuntur menggunakan cara tradisional yang memiliki resiko lebih kecil dibandingkan dengan penggunaan obat-obatan kimia. Manfaat akupuntur juga lebih efektif dan berkhasiat terhadap kesehatan tubuh dibanding dengan obat-obatan tersebut. 

Namun, teknik akupuntur tetap memiliki resiko hingga menyebabkan kematian. Mengapa demikian? 

Pada beberapa kasus, bahaya akupuntur terjadi jika teknik tersebut tidak dilakukan oleh seseorang yang benar-benar paham dengan akupuntur. Sehingga menimbulkan efek samping seperti gatal, nyeri, pendarahan dan bengkak. Bahkan, jika orang yang melakukan teknik akupuntur melakukan kesalahan dalam menusukkan jarum atau kedalaman yang tidak tepat, maka dapat merusak syaraf dan juga kematian.


Secara umum  peralatan yang digunakan dalam proses akupuntur wajah adalah jarum yang ukurannya bermacam-macam, mulai 1/2 cun (ukuran jarum akupunktur) sampai 1 cun (khusus untuk wajah). Terakhir yaitu alat untuk mengaliri listrik yang ditempelkan ke jarum diwajah kita. Prosesnya setelah wajah kita dibersihkan lalu ditusuk dengan kurang lebih 12- 20 buah jarum kemudian dialiri listrik selama sekitar 30 menit. Usahakan kita dalam kondisi rileks saat proses pengaliran listrik ini.

Untuk wajah, penusukan dilakukan di dahi, pelipis, bawah mata, hidung, cuping hidung, sudut mulut, dagu,dan pipi. Wajah, setelah ditusuk dan di aliri aliran listrik, wajah akan dipijat/ ditotok secara perlahan. Hasilnya bisa dirasakan langsung, biasanya setelah selesai akupuntur wajah menjadi terasa kenyal dan lebih cerah. Jika dilakukan rutin, wajah dan kulit kita akan jauh lebih sehat karena peredaran darah dan titik-titik saraf menjadi lancar.


Untuk bisa memperoleh manfaat akupuntur, teknik akupuntur harus dilakukan dengan menggunakan jarum yang dipastikan steril. Jarum yang sudah pernah digunakan tidak boleh digunakan lagi untuk kedua kalinya. Jarum yang belum digunakan harus disimpan di tempat yang aman dan tersegel serta memiliki persetujuan dari FDA, lembaga kesehatan dalam memberikan legalitas pada alat-alat kesehatan Akupuntur pada awalnya hanya digunakan untuk mengobati penyakit semata, bukan untuk kecantikan. 



SEMOGA BERMANFAAT

Sunday, 16 April 2017

Terapi Akupuntur Untuk Penyakit Hepatitis B




Pengidap virus hepatitis B merupakan masalah kesehatan, karena mempunyai prevalensi tinggi, terutama di Asia dan Afrika. Penanggulangan secara kedokteran barat masih menjumpai banyak kendala pengobatan masih bersifat suportif, sedangkan pengobatan dengan interferon belum memuaskan, selain mahal dan banyak efek samping. Akupunktur dapat mencegah berlanjutnya proses pada pengidap virus hepatitis B dengan cara menguatkan daya tahan tubuh dan mengusir faktor patogen.

Infeksi virus hepatitis B saat ini mulai merupakan masalah kesehatan masyarakat yang besar serta serius, karena selain manifestasinya sebagai penyakit hepatitis virus B akut beserta kompiikasinya, Lebih penting ialah dalam bentuknya sebagai pengidap HBsAg kronik, yang dapat merupakan sumber penularan bagi lingkungannya. 

Setiap tahun jumlah pengidap makin bertambah, karena reservoir pengidap virus hepatitis B yang cukup besar merupakan wadah penularan yang terus menerus untuk sekitarnya. Saat ini di seluruh dunia diperkirakan lebih 300 juta orang pengidap virus hepatitis B persisten, hampir 74% (lebih dari 220 juta) pengidap virus hepatitis B bermukim di negara-negara Asia . Di Indonesia prevalensi pengidap virus hepatitis B memperlihatkan adanya variasi yang besar, berkisar dari 2¬19%, menurut WHO termasuk dalam negara dengan katagori prevalensi sedang sampai tinggi .

Hasil pengobatan hepatitis B sampai saat ini masih mengecewakan, sebagian akan berlanjut ke taraf sirosis hati dan kanker hati. Vaksinasi memberikan harapan, tetapi dampaknya bagi masyarakat baru akan terlihat sesudah puluhan tahun kemudian, apalagi dengan biaya vaksinasi yang belum terjangkau oleh sebagian besar masyarakat kita.

Saat ini akupuntur memberikan harapan dalam terapi, karena akupunktur dapat meregulasi imunitas tubuh, baik yang pun yang non spesifik, sehingga akan meningkatkan daya tahan tubuh, termasuk di dalamnya terhadap hepatitis B.

Wang Xinyao dan Qiu Maoliang melakukan terapi akupunturpada pengidap virus hepatitis B dengan hasil 72,86% efektif. Sedangkan di Indonesia saat ini belum ada penelitian mengenai hasil pengobatan dengan akupunktur pada pengidap virus hepatitis B.

Pengidap virus hepatitis B adalah individu yang terkena infeksi virus hepatitis B (HBV), tetapi tidak menderita penyakit hati akibat infeksi tersebut, walaupun dia dapat menjadi sumber penularan.

Pengertian ini sulit diterapkan untuk infeksi HBV, karena sulit untuk memastikan ada atau tidaknya kelainan hati pada seorang pengidap, tanpa melakukan suatu pemeriksaan yang invasif (biopsi hati). Karena itu dibuat suatu definisi operasional yang praktis pengidap virus hepatitis B yaitu adanya HBsAg yang positif tanpa gejala, tanpa melihat ada atau tidaknya kelainan hati.

Virus hepatitis 8 tampak di bawah mikroskop elektron sebagai partikel dua lapis berukuran 42 nm yang disebut partikel Dane. Lapisan luar virus ini terdiri atas antigen,disingkat HBsAg.  Antigen permukaan ini membungkus bagian dalam virus yang disebut partikel inti atau core. Partikel inti ini berukuran 27 nm dan dalam darah selalu terbungkus oleh antigen permukaan.  Sedangkan antigen permukaan selain merupakan pembungkus partikel inti, juga terdapat dalam bentuk lepas berupa partikel bulat berukuran 22 nm dan partikel tubular yang berukuran sama dengan panjang berkisar antara 50-250 nm.



1. Penularan melalui kulit Virus hepatitis B tidak dapat menembus kulit yang utuh,  maka infeksi HBV melalui kulit hanya dapat terjadi melalui 2 cara, yaitu dengan ditembusnya kulit oleh tusukan jarum atau alat lain yang tercemar bahan infektif, atau melalui kontak  antara bahan yang infektif dengan kulit yang sudah mengalami perubahan/lesi.

2. Penularan melalui mukosa Mukosa dapat menjadi port d'entre infeksi HBV, yaitu melalui mulut, mata, hidung, saluran makan bagian bawah, alat kelamin.

Pengidap HBsAg merupakan suatu kondisi yang infeksius untuk lingkungan karena sekret tubuhnya juga mengandung banyak partikel HBV yang infektif; saliva, semen, sekret vagina.  Dengan demikian kontak erat antara individu yang melibatkan sekret-sekret tersebut, dapat menularkan infeksi HBV, misal perawatan gigi, dan yang sangat penting secara pidemiologis adalah penularan melalui hubungan seksual.

Pola penularan vertikal yaitu dari ibu hamil yang mengidap infeksi HBV kepada bayi yang dilahirkan. Penularan infeksi HBV terjadi saat proses persalinan oleh karena adanya kontak  atau paparan dengan sekret yang mengandung HBV (cairan amnion, darah ibu, sekret vagina) pada kulit bayi dengan lesi (abrasi) dan pada mukosa (konjungtiva); penularan mungkin juga terjadi karena tertelannya cairan amnion yang mengandung HBsAg oleh neonatus. Hanya sebagian kecil dari penularan vertikal, 5¬10%, terjadi pranatal, yaitu transpiasental (in-utero). 

Diagnosis Penyakit

Ditemukan HBsAg positif pada darah penderita.


Sampai saat ini belum ditemukan pengobatan yang spesifik untuk infeksi virus hepatitis B. Pengobatan umumnya bersifat suportif. Terapi anti viral dengan pemberian interferon atau adenin arabinosa masih dalam penelitian, hasilnya masih belum memuaskan dan efek sampingnya banyak.

Pada penelitian yang dilakukan oleh Wang Xinyao dan Qiu Maoliang, pengidap virus hepatitis B dapat ditemukan dalam 3 tipe kelainan, yaitu :

1. Insufisiensi limpa : Sedikit kelainan, berat badan normal atau sedikit gemuk, lidah pucat dan besar, selaput lidah putih tipis atau tipis kotor, nadi pelan atau pelan halus.

2. Insufisiensi limpa dengan reak panas : Sedikit kelainan, berat badan normal atau sedikit gemuk, lidah merah muda atau sedikit merah, selaput lidah tipis kuning atau kuning kotor, nadi halus dan licin atau lambat dan halus.

3. Defisiensi Yin : Tampak kemerahan di regio zygomatik, berat badan sedikit kurang, lidah merah dan pecah, selaput lidah tipis dan kering, nadi kecil dan halus atau kecil dan cepat.

Di samping itu, pada beberapa pengidap virus hepatitis B tidak ditemukan kelainan baik dalam lidah, nadi maupun berat badan.

Terapi yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mengusir faktor patogen. Titik utama yang dipakai adalah :

• Cu San Li (III,36), metode penguatan dan moksibusi
• Kuan Yen (XIII,4) atau Ci Hai (XIII,6), dengan moksibusi
• Ta Cui (XIV, 14), metode penguatan perlemahan
• San Jin Ciau (IV,6), metode penguatan perlemahan.

Titik tambahan :

• Sing Cien (XII,2), Yin Ling Cuen (IV,9) bila ada reak panas, dengan metode perlemahan
• Tai Si (V11I,3), dikuatkan bila ada defisiensi yin.

Penjaruman dan moksibusi Cu San Li (III,36) adalah untuk menguatkan limpa dan lambung. Moksibusi Kuan Yen (XIII,4)  dan Ci Hai (XIII,6) untuk menguatkan ginjal serta memperkuat primordial Ci. Penjaruman San Jin Ciao (IV,6) adalah untuk membantu Cu San Li (III,36) menguatkan limpa dan lambung, juga untuk menghilangkan reak dan meregulasi Ci dan Sie. Penjaruman Ta Cui (XIV,14) adalah untuk memulihkan fungsi meridian Yang. Dengan menguatkan limpa dan ginjal, membersihkan panas dan menghilangkan reak, membuat vital Ci menang dan mengusir Ci jahat.

Penelitian Chou Yufeng dkk. memakai titik-titik yang sama untuk menginduksi interferon pada lekosit darah tepi; setelah diakupunktur selama 1,5 bulan didapat peningkatan kadar interferon, dan akan menurun secara perlahan setelah 3 bulan. Pada penderita dengan peningkatan kadar interferon, juga disertai penurunan titer HBsAg, sebagian menjadi negatif, HBeAg positif menjadi negatif, dan HBeAb negatif menjadi positif. Hal ini menunjukkan bahwa akupunktur dapat menghambat duplikasi HBV.

Untuk mendapatkan hasil yang baik dengan kadar interferon yang cukup tinggi harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut :

1. Ketepatan memilih titik sesuai dengan gejala dan kelainan yang ditemukan.
2. Variasi dalam manipulasi jarum.
3. Istirahat yang cukup di selang waktu akupunktur.



SEMOGA BERMANFAAT 


Wednesday, 12 April 2017

Bolehkan Terapi Akupuntur Saat Melakukan Puasa?




Ketika berpuasa, banyak yang ragu apabila melakukan terapi - terapi kesehatan. Salah satunya, akupuntur.

Selain ragu karena terapi ini menggunakan jarum yang ditusuk-tusukkan ke tubuh, ada kekhawatiran akan menimbulkan rasa lemas dan lapar jika melakukan terapi akupuntur kala sedang berpuasa. Akupuntur merupakan salah satu teknik penyembuhan dengan memanfaatkan pengetahuan tradisional dari Jepang dan Cina.

Selain menggunakan jarum yang ditusukkan di daerah tertentu pada tubuh, terapi ini juga menambahkan bahan-bahan herbal sebagai pelengkap terapinya. Kini, terapi kesehatan ini semakin banyak diminati.

Akupuntur dianggap sebagai jalan keluar bagi masyarakat yang kurang sreg dengan tata laksana medis di rumah sakit.

Manfaatnya pun banyak, dari penghilang stres, hingga terapi untuk menurunkan berat badan. Pada dasarnya, ajaran Islam membolehkan metode terapi ini. Jika memang bisa mendapatkan manfaat dari terapi akupuntur dan tidak ada efek sampingnya, boleh digunakan untuk pengobatan.

Karena, akupuntur merupakan salah satu terapi tradisional yang telah diakui oleh badan kesehatan dunia (WHO). Jika terapi ini dilakukan kala sedang berpuasa, menurutnya, boleh saja.

Menurutnya, akupuntur tidaklah termasuk suntikan yang bergizi. Ini juga tidak memberi faedah, seperti makanan dan minuman, bahkan tidak bisa memasukkan cairan atau selang ke dalam tubuh dengan perantara jarum akupuntur ini.

Berdasarkan hal tersebut maka bisa disimpulkan bahwa akupuntur tidak mempengaruhi sahnya puasa. Akupuntur bolah digunakan untuk berobat kapan pun saat terbukti manfaatnya untuk si sakit. Dari sisi medis, terapi akupuntur pun tidak membahayakan.

Terapi ini aman. Bahkan dilakukan saat berpuasa pun tidak masalah. Terapi ini minim risiko dan tidak menimbulkan efek samping yang terlalu besar. Bahkan jika terapi ini dilakukan kala berpuasa, justru bagus untuk tubuh.

Karena akupuntur merangsang titik-titik meridian yang membuat badan menjadi sehat, semangat. Keluhan menjadi lemas setelah melakukan terapi ini menurutnya jarang ada.

Justru yang ada adalah rasa semangat dan bertenaga. Akupuntur memiliki banyak efek positif yang salah satunya adalah menyembuhkan berbagai penyakit karena dapat melancarkan peredaran darah. Tak hanya sekadar melancarkan peredaran darah, akupuntur juga membantu memelihara organ dalam, sehingga menjadikan tubuh dapat lebih sehat dan terpelihara.

Teknik penyisipan jarum tanpa rasa sakit ini mengalihkan paradigma masyarakat yang selama ini takut akan jarum. Justru, dengan disisipi jarum, aliran darah yang semula kurang normal berubah menjadi normal.

Selain itu, keuntungan lain dari akupuntur adalah dapat meremajakan kulit dan sel-sel darah merah yang beregenerasi. Akupuntur juga dapat memberikan ketenangan pikiran dan relaksasi yang dibutuhkan selama pasca operasi. Bahkan khasiat yang diberikan akupuntur pun dapat menghambat proses operasi yang semula dijadwalkan.


Hal ini tentu saja merupakan kabar baik bagi dunia kesehatan karena akupuntur memberikan kontribusi besar.


SEMOGA BERMANFAAT

Tuesday, 11 April 2017

Terapi Akupuntur Untuk Pasca Persalinan Caesar




Tak ada obata - obatan, akupuntur pun digunakan untuk mempercepat pemulihan pasca persalinan.  Itulah yang dilakukan para dokter kandungan di negara yang selalu bergolak, Irak.

Dalam sebuah makalah yang dipresentasikan dalam sebuah forum medis di London, Inggris, lebih dari 200 kasus di sebuah rumah sakit Baghdad, teknik pengobatan kuno Cina ini menjadi tambahan yang berguna untuk praktik medis standar di rumah sakit yang lengkap. Hasilnya sungguh diluar dugaan. Selain mempercepat penyembuhan pasca persalinan, akupuntur juga bermanfaat mengurangi kebutuhan akan obat yang disebut oxytocin yang seringkali diberikan kepada ibu setelah melahirkan secara operasi caesar.

Para dokter kandungan yang juga belajar akupuntur memasukkan jarum-jarum halus  ke titik-titik tertentu pada tubuh, untuk melihat apakah mereka bisa mengganti atau mengurangi oxytocin yang seringkali diberikan kepada ibu hanya setelah melahirkan c-section untuk membantu kontrak rahim dan untuk mengurangi risiko pendarahan. Oksitosin adalah hormon yang juga terjadi secara alami di dalam tubuh selama persalinan.

Penelitian dilakukan di bagian darurat caesar di Pusat Ginekologi dan Kebidanan Rumah Sakit Bulan Sabit Merah di Baghdad antara tahun 2004 hingga 2006 ketika persediaan oksitosin rendah. "Oksitosin tak begitu diperlukan ketika pasien telah mendapat akupuntur," kata Lazgeen Zcherky, seorang ahli anestesia yang memimpin penelitian. "Dengan begitu kami dapat menghemat persediaan obat - obatan dan juga tanpa efek sakit pada pasien kami."


Hasil penelitian menunjukkan bahwa 45 persen perempuan yang menerima akupuntur menjelang dan setelah persalinan, kontraksi rahim itu dianggap cukup tidak membutuhkan apapun oksitosin, dan 30 lebih persen wanita hanya memerlukan dua unit obat. Tingkat standar oksitosin yang digunakan biasanya antara 10 sampai 20 unit.



SEMOGA BERMANFAAT