Sunday, 16 April 2017

Terapi Akupuntur Untuk Penyakit Hepatitis B




Pengidap virus hepatitis B merupakan masalah kesehatan, karena mempunyai prevalensi tinggi, terutama di Asia dan Afrika. Penanggulangan secara kedokteran barat masih menjumpai banyak kendala pengobatan masih bersifat suportif, sedangkan pengobatan dengan interferon belum memuaskan, selain mahal dan banyak efek samping. Akupunktur dapat mencegah berlanjutnya proses pada pengidap virus hepatitis B dengan cara menguatkan daya tahan tubuh dan mengusir faktor patogen.

Infeksi virus hepatitis B saat ini mulai merupakan masalah kesehatan masyarakat yang besar serta serius, karena selain manifestasinya sebagai penyakit hepatitis virus B akut beserta kompiikasinya, Lebih penting ialah dalam bentuknya sebagai pengidap HBsAg kronik, yang dapat merupakan sumber penularan bagi lingkungannya. 

Setiap tahun jumlah pengidap makin bertambah, karena reservoir pengidap virus hepatitis B yang cukup besar merupakan wadah penularan yang terus menerus untuk sekitarnya. Saat ini di seluruh dunia diperkirakan lebih 300 juta orang pengidap virus hepatitis B persisten, hampir 74% (lebih dari 220 juta) pengidap virus hepatitis B bermukim di negara-negara Asia . Di Indonesia prevalensi pengidap virus hepatitis B memperlihatkan adanya variasi yang besar, berkisar dari 2¬19%, menurut WHO termasuk dalam negara dengan katagori prevalensi sedang sampai tinggi .

Hasil pengobatan hepatitis B sampai saat ini masih mengecewakan, sebagian akan berlanjut ke taraf sirosis hati dan kanker hati. Vaksinasi memberikan harapan, tetapi dampaknya bagi masyarakat baru akan terlihat sesudah puluhan tahun kemudian, apalagi dengan biaya vaksinasi yang belum terjangkau oleh sebagian besar masyarakat kita.

Saat ini akupuntur memberikan harapan dalam terapi, karena akupunktur dapat meregulasi imunitas tubuh, baik yang pun yang non spesifik, sehingga akan meningkatkan daya tahan tubuh, termasuk di dalamnya terhadap hepatitis B.

Wang Xinyao dan Qiu Maoliang melakukan terapi akupunturpada pengidap virus hepatitis B dengan hasil 72,86% efektif. Sedangkan di Indonesia saat ini belum ada penelitian mengenai hasil pengobatan dengan akupunktur pada pengidap virus hepatitis B.

Pengidap virus hepatitis B adalah individu yang terkena infeksi virus hepatitis B (HBV), tetapi tidak menderita penyakit hati akibat infeksi tersebut, walaupun dia dapat menjadi sumber penularan.

Pengertian ini sulit diterapkan untuk infeksi HBV, karena sulit untuk memastikan ada atau tidaknya kelainan hati pada seorang pengidap, tanpa melakukan suatu pemeriksaan yang invasif (biopsi hati). Karena itu dibuat suatu definisi operasional yang praktis pengidap virus hepatitis B yaitu adanya HBsAg yang positif tanpa gejala, tanpa melihat ada atau tidaknya kelainan hati.

Virus hepatitis 8 tampak di bawah mikroskop elektron sebagai partikel dua lapis berukuran 42 nm yang disebut partikel Dane. Lapisan luar virus ini terdiri atas antigen,disingkat HBsAg.  Antigen permukaan ini membungkus bagian dalam virus yang disebut partikel inti atau core. Partikel inti ini berukuran 27 nm dan dalam darah selalu terbungkus oleh antigen permukaan.  Sedangkan antigen permukaan selain merupakan pembungkus partikel inti, juga terdapat dalam bentuk lepas berupa partikel bulat berukuran 22 nm dan partikel tubular yang berukuran sama dengan panjang berkisar antara 50-250 nm.



1. Penularan melalui kulit Virus hepatitis B tidak dapat menembus kulit yang utuh,  maka infeksi HBV melalui kulit hanya dapat terjadi melalui 2 cara, yaitu dengan ditembusnya kulit oleh tusukan jarum atau alat lain yang tercemar bahan infektif, atau melalui kontak  antara bahan yang infektif dengan kulit yang sudah mengalami perubahan/lesi.

2. Penularan melalui mukosa Mukosa dapat menjadi port d'entre infeksi HBV, yaitu melalui mulut, mata, hidung, saluran makan bagian bawah, alat kelamin.

Pengidap HBsAg merupakan suatu kondisi yang infeksius untuk lingkungan karena sekret tubuhnya juga mengandung banyak partikel HBV yang infektif; saliva, semen, sekret vagina.  Dengan demikian kontak erat antara individu yang melibatkan sekret-sekret tersebut, dapat menularkan infeksi HBV, misal perawatan gigi, dan yang sangat penting secara pidemiologis adalah penularan melalui hubungan seksual.

Pola penularan vertikal yaitu dari ibu hamil yang mengidap infeksi HBV kepada bayi yang dilahirkan. Penularan infeksi HBV terjadi saat proses persalinan oleh karena adanya kontak  atau paparan dengan sekret yang mengandung HBV (cairan amnion, darah ibu, sekret vagina) pada kulit bayi dengan lesi (abrasi) dan pada mukosa (konjungtiva); penularan mungkin juga terjadi karena tertelannya cairan amnion yang mengandung HBsAg oleh neonatus. Hanya sebagian kecil dari penularan vertikal, 5¬10%, terjadi pranatal, yaitu transpiasental (in-utero). 

Diagnosis Penyakit

Ditemukan HBsAg positif pada darah penderita.


Sampai saat ini belum ditemukan pengobatan yang spesifik untuk infeksi virus hepatitis B. Pengobatan umumnya bersifat suportif. Terapi anti viral dengan pemberian interferon atau adenin arabinosa masih dalam penelitian, hasilnya masih belum memuaskan dan efek sampingnya banyak.

Pada penelitian yang dilakukan oleh Wang Xinyao dan Qiu Maoliang, pengidap virus hepatitis B dapat ditemukan dalam 3 tipe kelainan, yaitu :

1. Insufisiensi limpa : Sedikit kelainan, berat badan normal atau sedikit gemuk, lidah pucat dan besar, selaput lidah putih tipis atau tipis kotor, nadi pelan atau pelan halus.

2. Insufisiensi limpa dengan reak panas : Sedikit kelainan, berat badan normal atau sedikit gemuk, lidah merah muda atau sedikit merah, selaput lidah tipis kuning atau kuning kotor, nadi halus dan licin atau lambat dan halus.

3. Defisiensi Yin : Tampak kemerahan di regio zygomatik, berat badan sedikit kurang, lidah merah dan pecah, selaput lidah tipis dan kering, nadi kecil dan halus atau kecil dan cepat.

Di samping itu, pada beberapa pengidap virus hepatitis B tidak ditemukan kelainan baik dalam lidah, nadi maupun berat badan.

Terapi yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mengusir faktor patogen. Titik utama yang dipakai adalah :

• Cu San Li (III,36), metode penguatan dan moksibusi
• Kuan Yen (XIII,4) atau Ci Hai (XIII,6), dengan moksibusi
• Ta Cui (XIV, 14), metode penguatan perlemahan
• San Jin Ciau (IV,6), metode penguatan perlemahan.

Titik tambahan :

• Sing Cien (XII,2), Yin Ling Cuen (IV,9) bila ada reak panas, dengan metode perlemahan
• Tai Si (V11I,3), dikuatkan bila ada defisiensi yin.

Penjaruman dan moksibusi Cu San Li (III,36) adalah untuk menguatkan limpa dan lambung. Moksibusi Kuan Yen (XIII,4)  dan Ci Hai (XIII,6) untuk menguatkan ginjal serta memperkuat primordial Ci. Penjaruman San Jin Ciao (IV,6) adalah untuk membantu Cu San Li (III,36) menguatkan limpa dan lambung, juga untuk menghilangkan reak dan meregulasi Ci dan Sie. Penjaruman Ta Cui (XIV,14) adalah untuk memulihkan fungsi meridian Yang. Dengan menguatkan limpa dan ginjal, membersihkan panas dan menghilangkan reak, membuat vital Ci menang dan mengusir Ci jahat.

Penelitian Chou Yufeng dkk. memakai titik-titik yang sama untuk menginduksi interferon pada lekosit darah tepi; setelah diakupunktur selama 1,5 bulan didapat peningkatan kadar interferon, dan akan menurun secara perlahan setelah 3 bulan. Pada penderita dengan peningkatan kadar interferon, juga disertai penurunan titer HBsAg, sebagian menjadi negatif, HBeAg positif menjadi negatif, dan HBeAb negatif menjadi positif. Hal ini menunjukkan bahwa akupunktur dapat menghambat duplikasi HBV.

Untuk mendapatkan hasil yang baik dengan kadar interferon yang cukup tinggi harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut :

1. Ketepatan memilih titik sesuai dengan gejala dan kelainan yang ditemukan.
2. Variasi dalam manipulasi jarum.
3. Istirahat yang cukup di selang waktu akupunktur.



SEMOGA BERMANFAAT 


Wednesday, 12 April 2017

Bolehkan Terapi Akupuntur Saat Melakukan Puasa?




Ketika berpuasa, banyak yang ragu apabila melakukan terapi - terapi kesehatan. Salah satunya, akupuntur.

Selain ragu karena terapi ini menggunakan jarum yang ditusuk-tusukkan ke tubuh, ada kekhawatiran akan menimbulkan rasa lemas dan lapar jika melakukan terapi akupuntur kala sedang berpuasa. Akupuntur merupakan salah satu teknik penyembuhan dengan memanfaatkan pengetahuan tradisional dari Jepang dan Cina.

Selain menggunakan jarum yang ditusukkan di daerah tertentu pada tubuh, terapi ini juga menambahkan bahan-bahan herbal sebagai pelengkap terapinya. Kini, terapi kesehatan ini semakin banyak diminati.

Akupuntur dianggap sebagai jalan keluar bagi masyarakat yang kurang sreg dengan tata laksana medis di rumah sakit.

Manfaatnya pun banyak, dari penghilang stres, hingga terapi untuk menurunkan berat badan. Pada dasarnya, ajaran Islam membolehkan metode terapi ini. Jika memang bisa mendapatkan manfaat dari terapi akupuntur dan tidak ada efek sampingnya, boleh digunakan untuk pengobatan.

Karena, akupuntur merupakan salah satu terapi tradisional yang telah diakui oleh badan kesehatan dunia (WHO). Jika terapi ini dilakukan kala sedang berpuasa, menurutnya, boleh saja.

Menurutnya, akupuntur tidaklah termasuk suntikan yang bergizi. Ini juga tidak memberi faedah, seperti makanan dan minuman, bahkan tidak bisa memasukkan cairan atau selang ke dalam tubuh dengan perantara jarum akupuntur ini.

Berdasarkan hal tersebut maka bisa disimpulkan bahwa akupuntur tidak mempengaruhi sahnya puasa. Akupuntur bolah digunakan untuk berobat kapan pun saat terbukti manfaatnya untuk si sakit. Dari sisi medis, terapi akupuntur pun tidak membahayakan.

Terapi ini aman. Bahkan dilakukan saat berpuasa pun tidak masalah. Terapi ini minim risiko dan tidak menimbulkan efek samping yang terlalu besar. Bahkan jika terapi ini dilakukan kala berpuasa, justru bagus untuk tubuh.

Karena akupuntur merangsang titik-titik meridian yang membuat badan menjadi sehat, semangat. Keluhan menjadi lemas setelah melakukan terapi ini menurutnya jarang ada.

Justru yang ada adalah rasa semangat dan bertenaga. Akupuntur memiliki banyak efek positif yang salah satunya adalah menyembuhkan berbagai penyakit karena dapat melancarkan peredaran darah. Tak hanya sekadar melancarkan peredaran darah, akupuntur juga membantu memelihara organ dalam, sehingga menjadikan tubuh dapat lebih sehat dan terpelihara.

Teknik penyisipan jarum tanpa rasa sakit ini mengalihkan paradigma masyarakat yang selama ini takut akan jarum. Justru, dengan disisipi jarum, aliran darah yang semula kurang normal berubah menjadi normal.

Selain itu, keuntungan lain dari akupuntur adalah dapat meremajakan kulit dan sel-sel darah merah yang beregenerasi. Akupuntur juga dapat memberikan ketenangan pikiran dan relaksasi yang dibutuhkan selama pasca operasi. Bahkan khasiat yang diberikan akupuntur pun dapat menghambat proses operasi yang semula dijadwalkan.


Hal ini tentu saja merupakan kabar baik bagi dunia kesehatan karena akupuntur memberikan kontribusi besar.


SEMOGA BERMANFAAT

Tuesday, 11 April 2017

Terapi Akupuntur Untuk Pasca Persalinan Caesar




Tak ada obata - obatan, akupuntur pun digunakan untuk mempercepat pemulihan pasca persalinan.  Itulah yang dilakukan para dokter kandungan di negara yang selalu bergolak, Irak.

Dalam sebuah makalah yang dipresentasikan dalam sebuah forum medis di London, Inggris, lebih dari 200 kasus di sebuah rumah sakit Baghdad, teknik pengobatan kuno Cina ini menjadi tambahan yang berguna untuk praktik medis standar di rumah sakit yang lengkap. Hasilnya sungguh diluar dugaan. Selain mempercepat penyembuhan pasca persalinan, akupuntur juga bermanfaat mengurangi kebutuhan akan obat yang disebut oxytocin yang seringkali diberikan kepada ibu setelah melahirkan secara operasi caesar.

Para dokter kandungan yang juga belajar akupuntur memasukkan jarum-jarum halus  ke titik-titik tertentu pada tubuh, untuk melihat apakah mereka bisa mengganti atau mengurangi oxytocin yang seringkali diberikan kepada ibu hanya setelah melahirkan c-section untuk membantu kontrak rahim dan untuk mengurangi risiko pendarahan. Oksitosin adalah hormon yang juga terjadi secara alami di dalam tubuh selama persalinan.

Penelitian dilakukan di bagian darurat caesar di Pusat Ginekologi dan Kebidanan Rumah Sakit Bulan Sabit Merah di Baghdad antara tahun 2004 hingga 2006 ketika persediaan oksitosin rendah. "Oksitosin tak begitu diperlukan ketika pasien telah mendapat akupuntur," kata Lazgeen Zcherky, seorang ahli anestesia yang memimpin penelitian. "Dengan begitu kami dapat menghemat persediaan obat - obatan dan juga tanpa efek sakit pada pasien kami."


Hasil penelitian menunjukkan bahwa 45 persen perempuan yang menerima akupuntur menjelang dan setelah persalinan, kontraksi rahim itu dianggap cukup tidak membutuhkan apapun oksitosin, dan 30 lebih persen wanita hanya memerlukan dua unit obat. Tingkat standar oksitosin yang digunakan biasanya antara 10 sampai 20 unit.



SEMOGA BERMANFAAT

Titik Meridian Akupuntur Untuk Pilek




Pilek adalah radang yang terjadi pada lapisan hidung dan tenggorokan, sehingga menyebabkan produksi lendir menjadi lebih banyak. Mereka yang terkena pilek akan mengalami gejala berupa nyeri tenggorokan, bersin-bersin, hidung tersumbat yang kemudian beringus, bahkan batuk-batuk.


Pilek disebabkan oleh virus dari kelompok coronaviruses dan rhinoviruses. Kondisi ini dapat menular melalui kontak langsung maupun tidak langsung. Contoh penularan melalui kontak langsung adalah ketika seseorang tanpa sengaja menghirup butiran - butiran bersin yang dikeluarkan penderita pilek di udara. Sedangkan contoh penularan tidak langsung adalah ketika seseorang tidak sengaja memegang benda yang telah terkontaminasi virus dari penderita pilek, lalu orang itu memegang hidung atau mulutnya.


Satu - satunya cara efektif untuk mencegah pilek adalah dengan mencegah penularan virus secara fisik. Tindakan pencegahan tersebut termasuk mencuci tangan dan memakai masker penutup muka. Di lingkungan pusat pelayanan kesehatan, jubah dan sarung tangan sekali pakai juga dikenakan. Mengisolasi orang yang terkena pilek tidak mungkin dilakukan karena penyakit tersebut dapat menyebar kemana-mana dan gejalanya pun tidak spesifik. Vaksinasi terbukti sulit untuk mencegah penularan karena terlalu banyak virus yang dapat menyebabkan pilek dan virus-virus tersebut mengalami perubahan yang sangat cepat. Pengembangan vaksin pencegah pilek yang sangat ampuh juga sepertinya tidak mungkin dilakukan.





Pilek adalah radang yang terjadi pada lapisan hidung dan tenggorokan, sehingga menyebabkan produksi lendir menjadi lebih banyak. Mereka yang terkena pilek akan mengalami gejala berupa nyeri tenggorokan, bersin-bersin, hidung tersumbat yang kemudian beringus, bahkan batuk-batuk.


Pilek disebabkan oleh virus dari kelompok coronaviruses dan rhinoviruses. Kondisi ini dapat menular melalui kontak langsung maupun tidak langsung. Contoh penularan melalui kontak langsung adalah ketika seseorang tanpa sengaja menghirup butiran - butiran bersin yang dikeluarkan penderita pilek di udara. Sedangkan contoh penularan tidak langsung adalah ketika seseorang tidak sengaja memegang benda yang telah terkontaminasi virus dari penderita pilek, lalu orang itu memegang hidung atau mulutnya.


Satu - satunya cara efektif untuk mencegah pilek adalah dengan mencegah penularan virus secara fisik. Tindakan pencegahan tersebut termasuk mencuci tangan dan memakai masker penutup muka. Di lingkungan pusat pelayanan kesehatan, jubah dan sarung tangan sekali pakai juga dikenakan. Mengisolasi orang yang terkena pilek tidak mungkin dilakukan karena penyakit tersebut dapat menyebar kemana-mana dan gejalanya pun tidak spesifik. Vaksinasi terbukti sulit untuk mencegah penularan karena terlalu banyak virus yang dapat menyebabkan pilek dan virus-virus tersebut mengalami perubahan yang sangat cepat. Pengembangan vaksin pencegah pilek yang sangat ampuh juga sepertinya tidak mungkin dilakukan.






SEMOGA BERMANFAAT




SEMOGA BERMANFAAT

Monday, 10 April 2017

Teknik Terapi Akupuntur Untuk Terapi Kanker




Akupuntur berperan sebagai terapi penunjang atau bersifat paliatif.


1. Meringankan gejala nyeri
2. Memperbaiki keadaan umum 
3. Mengatasi kontsipasi atau diare 
4. Meningkatkan daya imun tubuh 


1. Terapi kausal terbatas pada peningkatan daya tahan tubuh
2. Simptomatis (titik nyeri tekan dan titik akupunktur sesuai dengan organ yang terkait) 
3. Alat dan teknik perangsangan di sesuaikan dengan kondisi. 


  • Akupunktur dalam meningkatkan daya imun tubuh
  • Akupunktur dalam mencegah atau mengurangi efek samping radioterapi/kemoterapi dan nyeri pasca bedah
  • Akupunktur dalam menghilangkan/mengurangi gejala & keluhan terutama nyeri dan gangguan menelan

1. Dalam peningkatan daya imun 

• Yuan et al (1993) : akupunktur menambah daya imun seluler.
• Lee et al (1975) : efek inhibisi akupunktur pada pertumbuhan Ehlich asites tumor 
• Zai et al (1994) : pemberian moksa pada titik Guanyuan dapat : 

  1. Meningkatkan imunologi seluler pada tikus dg kanker
  2. Merangsang hipofise dan kel. adrenal berproliferasi dan meningkatkan produksi B- Endorfin. 
• Hau et al (1999): moksibusi inhibisi pertumbuhan metastase 

2. Mencegah atau mengurangi efek samping radioterapi/kemoterapi/nyeri pasca bedah

• Johnstone et al (2002) : akp mencegah/mengobati efek samping kemoterapi/radioterapi seperti kering rongga mulut, mual, muntah dan lekopenia. 
• Chen et al (1991) : keberhasilan terapi dengan teknik penghangatan. 
• Wu et al (1997) : titik Xuehai dan Geshu berhasil meningkatkan lekosit. 
• Bardychev et al (1988) : menghilangkan edema pada alat gerak akibat radiasi. 
• Chelkalna (1982) : mempengaruhi trombosit dan fibrolisis. 
• He et al (1999) : efek analgesi dan perbaikan gerak lengan pasca bedah kanker payudara. 

3. Mengurangi nyeri dan gangguan menelan

• Iaritsyn et al (1979), Dao et al (1995) : rangsang akp meningkatkan kadar endorfin yang dapat mengurangi dosis pemberian morfin. 
• Ryndolm et al (1999) : perbaikan terhadap keluhan kering di mulut, disfagia, kesulitan bicara. 
• Filshie et al (1996) : mengatasi gangguan pernafasan, nyeri, gelisah dan relaksasi. 
• Alimi D et al (2003) : akp telinga mengurangi nyeri kanker Prosedur Tetap Sesuai dg tujuannya, akupunktur berperan sebagai terapi penunjang terhadap terapi yang sudah baku, sehingga dokter spesialis akupuntur medik bertindak untuk menerima pasien dari departemen lain dalam kasus : 

  1. Pasien yang akan menerima radioterapi, kemoterapi atau tindakan bedah
  2. Pasien yang sedang dalam pengobatan radioterapi/ kemoterapi dan pasca bedah
  3. Pasien kanker stadium terminal 

• Mempelajari rekam medis 
• Melakukan pemeriksaan diagnostik 
• Menentukan rencana terapi 
• Persiapan tindakan akupunktur 
• Tindakan sesuai dengan rencana terapi 
• Tindak lanjut 
• Pencatatan rekam medis 



SEMOGA BERMANFAAT

Friday, 7 April 2017

Inilah Akupuntur Untuk Menghentikan Ngompol




Kebiasaan ngompol pada anak maupun orang dewasa adalah kasus yang berbeda namun penangannya sama didalam Akupuntur.

Mengompol pada waktu tidur (umumnya malam hari) adalah normal pada anak balita, namun bila umurnya sudah diatas balita , hal ini menjadi suatu gangguan bagi phsylogis anak tersebut. Akupuntur melihat ini ada hubungannya dengan perkembangan kandung kemih.

Anak-anak masih mengembangkan kekuatan otot kandung kemih ,sebagai suatu alarm bila  kandung kemihnya sudah penuh , masa pembelajaran mengontrol alarm kemih ini masih berlangsung sampai umur 7 th .

Lain lagi Akupuntur melihat pola kerja ginjal yang member qi pada kandung kemih untuk menampung dan mengeluarkan urine , bila ada kelainan pada meridian akupuntur kandung kemih , maka pola kerja kemih (berkemih) juga terganggu , apa lagi pada penderita stroke/ lumpuh / demensia  dan juga diabetes.

Beberapa cara yang praktis , dapat diterapkan baik pada anak maupun dewasa , untuk mencegahnya  atau mungkin menyembuhkannya , yaitu dengan menekan titik accupioint , pada meridian kandung kemih antara lain :

1. Taixi (KI 3)

Letak        : Dibelakang mata kaki bagian dalam
Khasiat     : menguatkan ginjal,ngompol,menstruasi tak teratur.

2. Shensu (BL 23)

Letak        : 2 jari dari tulang punggung,diantara ke 2 dan 3.
Khasiat     : menguatkan ginjal,ngompol,keputihan.

3. Guanyuan (RN4)

Letak        : 2 jari dari tulang punggung,diantara ke 2 dan 3.
Khasiat     : menguatkan ginjal,ngompol,keputihan.

4. Zusanli (ST 36)

5. Ming Men (DU 4)

Letak        : 4 jari dibawah pusar.
Khasiat     : menstruasi sakit,ngompol,keputihan.




SEMOGA BERMANFAAT

Wednesday, 5 April 2017

Titik Akupuntur Pada Infeksi Saluran Kencing




Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan alur kolektif organ pembentuk, pengumpul, dan pengosongan urin yaitu ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra.  Jenis ISK yang paling umum adalah infeksi kandung kemih yang sering juga disebut sebagai sistitis. Tidak semua infeksi saluran kemih menimbulkan gejala, infeksi saluran kemih yang tidak menimbulkan gejala disebut sebagai infeksi saluran kemih asimtomatis.

Saluran kemih terdiri dari dua bagian, yaitu saluran kemih bagian atas yang berada di ginjal hingga ureter proximal dan saluran kemih bagian bawah yang terdiri dari ureter distal, kandung kemih dan uretra. Berdasarkan gejalanya, ISK dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu ISK bawah dan atas. 

ISK bawah merupakan infeksi yang terjadi pada uretra dan kandung kemih. Gejala dari kondisi ini meliputi rasa ingin selalu buang air kecil, nyeri atau perih saat buang air kecil, warna urin yang keruh, dan bau urin yang menyengat. Sedangkan ISK atas merupakan infeksi yang terjadi pada ureter dan ginjal. Gejala dari kondisi ini meliputi nyeri pada bagian selangkangan, mual, dan demam.

Sembilan dari sepuluh kasus ISK disebabkan oleh bakteri Escherichia coli atau E. coli yang umumnya hidup di dalam usus besar dan sekitar anus. Diperkirakan bakteri ini masuk ke dalam saluran uretra seseorang ketika kurang baik dalam melakukan pembersihan setelah buang air besar maupun kecil. Misalnya pada saat kertas toilet yang dia gunakan untuk membersihkan anus turut menyentuh organ kelaminnya, maka bakteri dapat masuk ke saluran kemih. Dalam kasus seperti ini wanita lebih rentan terkena ISK karena jarak uretra dengan anus pada tubuh mereka lebih dekat daripada jarak yang ada pada tubuh pria. ISK juga bisa disebabkan oleh iritasi setelah berhubungan seksual dan akibat terganggunya kinerja pengosongan urin oleh kondisi tertentu.

Jika menderita infeksi saluran kemih (ISK), segera temui dokter agar pengobatan dengan antibiotik dapat secepatnya dilakukan. Beberapa jenis antibiotik yang biasanya disarankan dokter adalah ciprofloxacin, levofloxacin, amoxicillin, nitrofurantoin, dan trimethoprim. Selama infeksi tergolong ringan dan tidak berisiko tinggi untuk mengalami komplikasi, perawatan di rumah sakit tidak diperlukan.

Selain antibiotik, obat pereda rasa sakit seperti parasetamol juga kadang-kadang diperlukan untuk menghilangkan rasa nyeri yang disebabkan ISK. Namun, jika Anda menderita ISK atas, hindari obat pereda nyeri anti inflamasi non-steroid atau OAINS, seperti ibuprofen. Dikhawatirkan obat ini dapat menyebabkan masalah pada ginjal.

Selain dengan menggunakan obat-obatan dari dokter, penyembuhan ISK akan makin cepat berhasil jika ditunjang dengan langkah-langkah yang bisa Anda lakukan di rumah, di antaranya :

1. Jangan tahan keinginan Anda untuk kencing karena dengan mengosongkan kandung kemih, Anda dapat mencegah bakteri untuk makin berkembang biak.
2. Minum banyak air.
3. Redakan nyeri dengan kompresan air panas.

selain tiga alternatif di atas dapat pula dilakukan dengan cara terapi akupuntur pada bagian-bgian tertentu terurama di bagian kaki. berikut cara dan titik-titiknya :

Untuk menghilangkan penyakit infeksi saluran kencing lakukan pemijatan pada bagian kaki dengan dua langkah :

1. langkah pertama pemijatan dilakukan di bagian mata kaki



2. kedua masih pada bagian kaki





ISK yang tergolong ringan biasanya akan sembuh beberapa hari setelah pengobatan dimulai. Namun jika ISK tergolong parah, terutama hingga menimbulkan komplikasi, penderita perlu dirujuk ke rumah sakit.




SEMOGA BERMANFAAT