Tuesday, 30 May 2017

Titik Terapi Akupresur Untuk Susah Tidur




Informasi kali ini tentang cara mengatasi penyakit susah tidur melalui titik akupresur. Meski tampak ringan, sulit tidur bukan perkara gampang. Jika merasakan gejala ini, secepatnya cari cara untuk mengatasinya karena jika dibiarkan bisa memengaruhi kesehatan tubuh. Tak perlu cari obat tidur karena bisa saja masalahnya sepele.

Penyakit sulit tidur yang dikenal dengan insomnia ini memang bukan gangguan sembarangan. Penyebab insomnia umumnya berupa stres, faktor psikologis, perubahan jam kerja, salah minum obat atau pengaruh obat tertentu dan sebagainya. Meski mungkin banyak yang menganggap tidur masalah sepele, jika sudah menjadi gangguan, kesulitan tidur ini bisa berbahaya. Mereka yang kurang tidur sudah jelas memengaruhi kesehatannya. Selain itu, tidur sebenarnya juga obat.

banyak cara yang digunakan untuk menghilangkan penyakit insomnia, tetapi tips sederhana bisa anda lakukan dengan melakukan pemijatan pada titik-titik tertentu di tubuh anda. seperti gambar berikut :



Pemijatan dapat dilakukan pada tujuh titik mulai dari mata kaki sampai tangan. titik-titik tersebut dapat dilakukan secara perlahan sesuai dengan tahapan seperti gambar di atas.

Demikian, semoga dengan melakukan Akupresur untuk penyakit insomnia anda bisa teratasi.




SEMOGA BERMANFAAT

Monday, 29 May 2017

Tips Pencegahan Floaters




Floaters adalah bayangan benda berukuran kecil hingga besar yang tampak melayang-layang pada penglihatan. Ukuran floaters bisa bervariasi, mulai dari bintik-bintik hitam kecil hingga bayangan yang lebih besar seperti bentuk tali panjang. Floaters biasanya muncul saat seseorang melihat cahaya terang seperti matahari atau menatap warna dasar seperti warna putih terlalu lama.

Pada umumnya, floaters terjadi karena faktor usia. Pada mata normal, cahaya masuk melewati lensa dan kornea mata dan dilanjutkan menuju retina yang terletak di bagian belakang mata. Di antara bagian depan dan belakang mata ini terdapat cairan lendir kenyal yang berfungsi untuk mempertahankan bentuk bola mata, yang disebut vitreus. Seiring bertambahnya usia, kekentalan vitreus akan berkurang, dan akan mulai muncul sisa - sisa kotoran yang menggenang di dalamnya. Sisa kotoran yang melayang inilah yang tampak sebagai floaters.

Terlepas dari umur, ada beberapa faktor yang dapat mengakibatkan terjadinya floaters seperti kecelakaan yang melukai mata, rabun dekat, peradangan mata, infeksi, komplikasi diabetes, sobekan retina, tumor intraokular,atau migrain.


Pada umumnya, floaters tidak mengakibatkan rasa sakit namun mungkin saja dapat mengganggu penglihatan secara berlebih. Gejala floaters yang tergolong tidak berbahaya adalah seperti melihat bintik-bintik kecil atau garis seperti bayangan tali pada mata, dan tetap ada mengikuti alur penglihatan untuk beberapa saat. Namun, jika Anda mengalami gejala yang tidak biasa seperti bintik-bintik atau bayangan tali menjadi berubah ukuran, melihat kilatan cahaya, kelihangan penglihatan tepi, penglihatan buram hingga mengalami rasa sakit pada bagian mata, sangat disarankan untuk temui dokter secepatnya.


Floaters dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, antara lain :

1. Usia

Semakin bertambahnya usia, kondisi di dalam mata pun mengalami perubahan. Cairan vitreus yang awalnya memiliki konsistensi kenyal untuk menjaga bentuk bola lama kelamaan akan mencair dan kehilangan elastisitasnya. Akibatnya, vitreus akan mengerut, dan beberapa bagian dari dalam bola mata akan ikut tertarik. Saat vitreus mengerut dan bertambah padat, akan mulai muncul sisa-sisa kotoran yang terlepas yang akhirnya menghalangi jalur penglihatan.

2. Perdarahan pada mata

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan perdarahan di vitreus, antara lain trauma langsung pada mata atau saat terjadi gangguan pada pembuluh darah di dalam mata, seperti yang terjadi pada kasus retinopati diabetik.

3. Peradangan pada mata bagian belakang

Kondisi ini disebut juga dengan istilah uveitis posterior, di mana lapisan uvea (lapisan di bola mata bagian belakang) mengalami peradangan akibat infeksi.

4. Sobekan retina

Sobekan retina ini dapat terjadi pada saat vitreus yang mengerut mampu menarik lapisan retina. Apabila tidak segera ditangani, sobekan retina ini akan menyebabkan lepasnya lapisan retina, yang dapat berisiko untuk terjadinya kebutaan.


Jika Anda mengalami masalah floaters yang tidak biasa, sangat disarankan untuk menemui dokter spesialis mata. Jelaskanlah dengan lengkap mengenai gejala dan riwayat penyakit Anda (khususnya mata) agar memudahkan dokter untuk mendiagnosa. Jika dokter menemukan gejala yang cukup parah, khususnya yang berkaitan dengan retina (yang biasanya jarang terjadi), dokter mungkin akan melakukan beberapa tes seperti :
  • Tes fisik. Dokter akan melihat aktifitas retina Anda melalui pupil dan memantau besar kecilnya saat terpapar cahaya. Jika tidak dapat didiagnosa secara langsung, dokter akan menggunakan cairan tetes mata untuk melebarkan pupil dan memudahkan dokter memeriksa kondisi Selain itu, dokter mungkin juga akan menggunakan alat bantu bernama slit lamp bersama dengan pencahayaan yang terang untuk memeriksa bagian dalam mata. Biasanya setelah melakukan tes dengan bantuan cairan tetes mata atau slit lamp, penglihatan Anda akan merasa buram atau silau untuk beberapa jam. Disarankan untuk tidak mengemudi atau melakukan aktivitas diluar ruangan hingga rasa silau tersebut mereda.
  • Tes Tonometri. Jika diperlukan, tes tonometri atau tes memeriksa tekanan mata dapat dilakukan untuk melihat kemampuan dan kekuatan dari mata penderita (tekanan intraokular).


Floaters biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus karena dapat menghilang dengan sendirinya. Namun, jika kadar floaters tersebut dirasa sangat mengganggu penglihatan, terdapat beberapa pilihan pengobatan yang biasa disarankan dokter, seperti :
  • Terapi Laser. Dokter akan mengarahkan sinar laser khusus pada badan kaca (vitreous humour) untuk menghancurkan floaters menjadi partikel yang lebih kecil, sehingga tidak menggangu penglihatan. Terapi ini harus dilakukan dengan hati-hati karena dapat merusak retina jika pengarahan laser tidak tepat.
  • Vitrektomi. Jika terapi laser tidak banyak membantu, operasi vitrektomi dapat menjadi pilihan bagi penderita floaters. Operasi ini dilakukan dengan mengangkat badan kaca berikut butiran-butiran kecil yang mengambang dan menggantikannya dengan cairan garam steril. Sebelum melakukan operasi vitrektomi, disarankan untuk konsultasi dengan dokter terlebih dahulu guna mengetahui resiko dan efek samping yang mungkin terjadi.


Floaters pada umumnya tidak mengakibatkan komplikasi, namun resiko dapat meningkat saat penderita mengambil langkah operasi vitrektomi, seperti :
  • Kerobekan dan pendarahan pada retina
  • Ablasio atau terlepasnya retina dari mata
  • Katarak

Segera temui dokter jika mengalami komplikasi atau merasa perbedaan yang tidak biasa setelah melakukan operasi atau terapi lainnya.


Floaters umumnya tidak dapat dicegah. Meskipun begitu, Anda disarankan untuk memeriksa kesehatan mata di optik atau klinik mata setidaknya setiap 2 tahun sekali guna mengetahui status kesehatan mata Anda. Pemeriksaan juga berfungsi untuk memastikan bahwa floaters bukan merupakan gejala dari suatu kondisi yang lebih serius yang dapat merusak penglihatan mata.




SEMOGA BERMANFAAT

Sunday, 28 May 2017

4 Titik Akupresur Untuk Meredakan Migrain




Migren lebih dari sekedar sakit kepala biasa dan dapat menjadi masalah yang sangat menyiksa serta mengurangi produktivitas. Migren merupakan masalah neurologis yang bertanggung jawab pada keluhan sakit kepala, dan mual.

Banyak orang yang menderita migren sampai mengalami muntah dan menjadi lebih peka terhadap cahaya terang serta suara. Menurut National Migraine Association, sebanyak 32 juta orang di Amerika menderita migren.

Ada beberapa titik tekan pada bagian-bagian tertentu dari tubuh yang dapat membantu mengurangi rasa sakit akibat migren. Jika titik-titik ini diberi tekanan secara tepat maka dapat membantu meringankan bahkan mencegah munculnya gejala migren.


Hanya gunakan ibu jari atau pangkal telapak tangan untuk menekan titik-titik migren. Berikan tekanan ringan atau moderat dan kurangi tekanan jika mulai terasa sakit. Berikan tekanan secara bertahap dan lakukan gerakan memutar. Lakukan hal ini secara berulang.

Pernafasan

Sangat penting untuk mengatur pernapasan saat memberikan tekanan untuk meningkatkan oksigenasi ke otak. Napas dalam akan membantu tubuh untuk berfungsi secara lebih baik. Selain itu, napas dalam dapat membantu meredakan ketegangan dan meningkatkan aliran darah.


1. Tititk Tekan di Dasar Tengkorak

Tempatkan ibu jari di tulang tengkorak belakang bagian bawah. Masing-masing ibu jari harus berjarak sekitar 2,5 cm dari tulang belakang. Tempatkan ibu jari di kedua titik tekan dan miringkan kepala. Berikan sedikit lebih banyak tekanan dan tekan ke arah atas.

2. Tititk Tekan di Dahi Tengah (Mid-Forehead Point)

Titik tekan ini terdapat di dahi tengah di antara alis. Berikan tekanan secara bertahap dengan ibu jari dan hitung sampai 10. Pijat dengan gerakan memutar.

3. Titik Tekan di Sudut Mata

Cari sudut luar masing-masing mata, telusuri ke arah luar hingga menemukan daerah di belakang tulang sambil ditekan. Hitung sampai 10 dan ulangi 10 kali. Hati-hati untuk tidak menekan terlalu dekat dengan mata.

4. Titik Tekan di Kaki

Tititk tekan ini terletak di bagian atas masing-masing kaki dimana terdapat tulang sendi antara jempol kaki dan telunjuk kaki. Tekanan harus dilakukan secara berulang 5-10 kali pada titik-titik tekan selama kurang lebih dua menit atau sampai 10 hitungan.




SEMOGA BERMANFAAT

Friday, 26 May 2017

Tips Pengobatan Hernia Hiatus




Sebelum memasuki pengertian hernia hiatus, ada baiknya kita memahami istilah hernia itu sendiri. Hernia adalah melemahnya jaringan otot di sekitar tubuh, khususnya di area perut (abdomen), yang menyebabkan organ dalam tubuh yang ada di sekitarnya terdorong atau mencuat melalui jaringan yang melemah tersebut.

Hernia hiatus terjadi ketika sebagian lambung terdorong naik ke diafragma (otot penyekat rongga dada dan perut). Diafragma memiliki sebuah lubang (hiatus) yang berfungsi menghubungkan esofagus (pipa/saluran makanan) dan lambung. Saat terjadi kelemahan, lambung akan mencuat keluar melalui lubang ini hingga mencapai diafragma, bahkan sampai ke rongga dada.

Pada sebagian besar kasus, hiatus yang kecil tidak akan menimbulkan gejala apapun, namun saat ukuran mulai membesar,  hernia hiatus dapat menyebabkan naiknya makanan dan asam lambung ke esofagus.

Hernia hiatus banyak menyerang orang berusia di atas 50 tahun, di mana otot-otot tubuh mulai mengendur dan melemah. Menurut Esophageal Cancer Awareness Association, lebih dari separuh lansia berusia 60 tahun akan mengidap kelainan ini.


Penyebab kelemahan otot yang mengakibatkan hernia masih belum diketahui dengan pasti. Namun usia merupakan faktor risiko yang erat dikaitkan dengan hernia hiatus. Seiring bertambahnya usia, kekuatan otot diafragma akan semakin melemah, sehingga risiko untuk terjadi hernia hiatus pun akan semakin meningkat.

  • Terlahir dengan ukuran hiatus yang lebih besar dari ukuran pada umumnya.
  • Mengalami luka atau robekan di area diafragma.
  • Tekanan terus menerus pada jaringan otot di sekitar hiatus, misalnya ketika mengejan saat buang air, batuk, muntah, atau mengangkat beban berat.
  • Obesitas

  • Sliding hernia hiatus – hernia yang bergeser naik atau turun, maupun yang masuk atau keluar dari area dada (Jenis ini adalah yang paling banyak ditemui).
  • Hernia hiatus para-oesofageal, yaitu ketika sebagian lambung terdorong ke atas melalui hiatus yang berada di sisi esofagus.


Hernia hiatus yang kecil tidak selalu menunjukkan gejala seperti halnya hernia hiatus yang besar. Beberapa gejala hernia hiatus besar yang umumnya dirasakan penderitanya, antara lain :
  • Sensasi terbakar di dada akibat naiknya asam ke kerongkongan (heartburn)
  • Sulit menelan
  • Sulit bernapas
  • Palpitasi
  • Sakit di area dada atau perut
  • Bersendawa
  • Merasa sangat kenyang sehabis makan
  • Muntah darah, atau
  • Mengeluarkan tinja berwarna gelap yang menandakan terjadi perdarahan pada saluran pencernaan.


Pada beberapa kasus, hernia hiatus yang kecil tidak menunjukkan gejala maupun gangguan sehingga penderita mungkin tidak menyadari memiliki kondisi ini. Hernia hiatus mungkin baru terdeteksi ketika penderita melakukan pemeriksaan untuk gangguan lain yang dirasakannya. Dokter mungkin akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan gejala yang pernah dirasakan atau hal lain yang sekiranya berkaitan dengan kondisi pasien.

Selain wawancara atau anamnesa, dokter mungkin akan melanjutkan dengan melakukan pemeriksaan-pemeriksaan, seperti :
  • Tes darah untuk mendeteksi anemia
  • Pencitraan medis pada tubuh, seperti CT scan dan X-ray.
  • Endoskopi untuk mendeteksi peradangan dengan cara memasukkan sebuah tabung fleksibel yang dilengkapi dengan kamera dan lampu ke dalam tenggorokan, kerongkongan hingga perut.
  • Esofagram untuk mendapat gambaran yang jelas dari esofagus, perut, dan bagian atas saluran pencernaan pada hasil X-ray. Gambaran jelas dihasilkan oleh cairan kapur yang diminum sebelum pemeriksaan. Cairan ini mengandung barium yang akan melapisi saluran pencernaan atas agar mudah dilihat.
  • Manometri untuk mengukur tekanan dan pergerakan dalam esofagus dengan cara memasukkan kateter melalui hidung, esofagus hingga perut.


Pengobatan hernia hiatus biasanya ditujukan untuk meredakan gejala. Berikut adalah beberapa rekomendasi pengobatan jika penderita mengalami gejala-gejala seperti heartburn dan refluks (surutnya) asam :
  • Obat untuk mengurangi produksi asam, seperti cimetidine, nizatidine, famotidine, dan ranitidine.
  • Antasida untuk menetralkan asam dari perut.
  • Obat-obatan untuk menghambat produksi asam dan menyembuhkan jaringan pada esofagus, seperti omeprazole dan lansoprazole.

Prosedur operasi mungkin akan disarankan pada kasus hernia hiatus yang tidak membaik oleh pemberian obat-obatan. Selain itu, kasus hernia hiatus yang sangat besar kemungkinan juga harus ditangani dengan operasi. Operasi dilakukan untuk menarik lambung kembali ke posisi semula dengan tujuan mengecilkan bukaan (hiatus), merekonstruksi lingkaran otot pada hiatus agar kembali kuat, atau mengangkat hernia. Beberapa metode operasi yang umumnya dilakukan adalah :
  • Toraktomi – Metode operasi dengan cara membuat irisan tunggal pada dinding dada.
  • Laparotomi – Metode operasi dengan cara membuat irisan tunggal pada abdomen.
  • Laparoskopik – Metode operasi yang dilakukan dengan bantuan dari monitor untuk menentukan lokasi persis kelainan yang terjadi.

Selain itu, gejala hernia hiatus juga bisa diredakan dengan melakukan beberapa langkah, seperti :
  • Menghindari makanan yang bisa memicu heartburn, seperti coklat, buah yang mengandung sitrus/asam, bawang-bawangan, makanan berbahan dasar tomat, dan makanan pedas.
  • Membiasakan diri makan dalam porsi kecil sepanjang hari dibanding makan dalam porsi besar. Pada malam hari, waktu makan yang baik adalah setidaknya 2-3 jam sebelum waktu tidur.
  • Menghindari minuman beralkohol
  • Menaikkan sisi kepala kasur setinggi 15 cm jika akan tidur.
  • Berhenti merokok.
  • Menurunkan berat badan bagi yang mengalami kelebihan berat badan dan obesitas.




SEMOGA BERMANFAAT 

Khasiat Akupresur Untuk Kanker




Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, maka semakin berkembang pula metode pengobatan untuk mengatasi berbagai macam penyakit. Dahulu orang - orang lebih banyak menggunakan metode pengobatan tradisional dengan tanaman herbal untuk mengatasi penyakitnya. Kemudian masyarakat modern beralih menggunakan metode pengobatan yang lebih canggih untuk menyembuhkan penyakitnya.

Ada berbagai macam pengobatan yang dapat dilakukan, di antaranya pengobatan herbal, pengobatan medis, dan pengobatan alternatif. Seperti yang telah kita ketahui, pengobatan herbal merupakan metode yang dilakukan dengan menggunakan bahan - bahan alami sebagai obatnya. Jenis pengobatan ini banyak digunakan dengan alasan lebih praktis karena bahan – bahan yang dibutuhkan pun sangat mudah dijumpai dimana - mana. Kemudian, pengobatan medis adalah metode pengobatan dengan menggunakan peralatan kedokteran. Metode ini pun banyak digunakan karena dinilai lebih efektif dalam mengatasi berbagai macam penyakit. Selain itu, perkembangan teknologi menjadikan peralatan kedokteran tersebut lebih canggih dalam menyembuhkan pasien.

Selain pengobatan herbal dan medis, ada satu lagi jenis pengobatan yang dapat dijadikan pilihan dalam menyembuhkan berbagai penyakit, yaitu pengobatan alternatif. Pengobatan alternatif adalah jenis pengobatan yang tidak menggunakan peralatan medis atau kedokteran, tetapi ada peralatan khusus yang digunakan dalam jenis pengobatan ini. Banyak sekali jenis dari pengobatan alternatif, salah satunya adalah metode Akupresur. Akupresur ini dipandang sebagai jenis pengobatan yang ampuh untuk mengatasi berbagai macam penyakit. Akupresur merupakan metode pengobatan yang menitik beratkan pada penekanan di titik - titik syaraf tubuh. Lain halnya dengan metode pengobatan akupuntur, metode akupresur tidak menggunakan jarum dalam proses pengobatannya. Akupresur menggunakan kuku jari untuk menekan titik yang diindikasi merupakan daerah adanya penyakit.

Akupresur biasanya dilakukan di klinik dan cara kerjanya dilakukan bersamaan dengan terapi lainnya seperti pemijatan. Sebelum melakukan pengobatan ini, ada baiknya pasien mengkonsultasikannya terlebih dahulu kepada dokter untuk memastikan bahwa metode ini memang tepat dilakukan untuk mengatasi penyakitnya. Kemudian, pasien mengkonsultasikannya kepada ahli terapi untuk mengetahui daerah yang terkena penyakit tersebut dengan spesifik. Berikut ini adalah rincian mengenai cara kerja metode pengobatan akupresur.

Setelah dilakukan konsultasi dengan ahli terapi, pasien harus diposisikan senyaman mungkin agar proses pengobatan dapat berjalan dengan baik.
  • Langkah selanjutnya adalah proses terapi yang dilakukan dengan cara penguatan atau pengurangan energi.
  • Langkah terakhir berarti bahwa penyumbatan energi dihilangkan sementara yang awal meningkatkan energi hingga dapat mempengaruhi titik refleksi.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, metode pengobatan akupresur dapat mengatasi berbagai macam penyakit, salah satu penyakit yang dapat diatasi dengan metode ini adalah penyakit kanker. Penyakit kanker diketahui menjadi penyakit yang berbahaya bagi kehidupan manusia, karena dampak terburuknya dapat menyebabkan kematian. Terdapat penelitian yang membuktikan bahwa pengobatan akupresur bermanfaat bagi pasien yang terkena penyakit kanker payudara.  Berikut ini merupakan manfaat yang didapatkan dari pengobatan akupresur, khususnya untuk penyakti kanker.


1. Akupresur mampu membasmi toksin

Toksin merupakan racun yang terdapat di dalam tubuh. Racun sangatlah berbahaya bagi kesehatan apabila tidak segera dihilangkan atau dibuang. Pengobatan akupresur ini ternyata mampu mengeluarkan toksin yang ada dalam tubuh. Sehingga kesehatan organ tubuh menjadi lebih terjaga, karena bisa saja racun - racun tersebut menjadi pemicu terjadinya penyakit kanker. 

2. Metode ini mampu menyalurkan obat - obatan ke aliran darah

Selain mampu membasmi racun dalam tubuh, metode akupresur dapat melancarkan penyaluran obat - obatan ke aliran darah. Hal ini dikarenakan akupresur mampu melancarkan aliran darah dalam tubuh, sehingga obat – obatan yang disalurkan ke dalam tubuh alirannya tidak terhambat.

3. Dipercaya dapat mematikan sel - sel kanker yang ada dalam tubuh

Pengobatan akupresur ternyata dipercaya dapat mematikan sel – sel penyebab kanker yang ada pada tubuh. Untuk mematikan sel – sel kanker tersebut dilakukan dengan cara pemijatan pada titik – titik syaraf tertentu. Hal ini diyakini dapat membunuh sel kanker secara efektif dibandingkan dengan metode pengobatan lainnya.

4. Baik dilakukan untuk penderita kanker pada stadium awal maupun stadium akhir

Pengobatan akupresur dapat dilakukan bagi pasien yang mengalami penyakit kanker mulai dari stadium awal sampai dengan stadium akhir. Karena metode pengobatan ini cukup aman dilakukan untuk berbagai macam tingkatan dalam penyakit kanker.

5. Mengurangi penyebaran sel – sel kanker

Dengan melakukan pengobatan akupresur, penyebaran sel – sel kanker dalam organ tubuh dapat dikurangi. Sehingga dapat mencegah terjadinya penyakit kanker karena penyebaran sel kanker yang tidak terkendali.

Pengobatan akupresur merupakan salah satu jenis pengobatan yang berasal dari negara China. Terdapat jenis - jenis pengobatan akupresur yang dapat dilakukan, yaitu sebagai berikut :
  • Shiatsu. Tipe ini merupakan pengobatan akupresur yang dilakukan melalui serangkaian penekanan menggunakan jari secara berirama ke seluruh bagian tubuh yang menjadi titik akupresur.
  • Jin Shin. Merupakan suatu pola penekanan yang dilakukan secara lembut dan berkepanjangan pada titik – titik akupresur dan titik – titik tertentu lainnya.
  • Do - in. Tipe ini merupakan suatu bentuk pemijatan terhadap diri sendiri pada otot dan titik – titik akupresur. Tindakan yang dapat dilakukan, meliputi gerakan, peregangan, dan latihan pernapasan.
  • Tui - na. Tipe ini adalah suatu bentuk pemijatan yang dapat merangsang titik – titik akupresur melalui berbagai gerakan tangan.




SEMOGA BERMANFAAT

Tuesday, 23 May 2017

Tips Mencegah Bedbugs




Bedbugs atau dikenal juga dengan sebutan kutu kasur adalah serangga parasit berukuran kecil berwarna merah kecokelatan. Bedbugs dapat menggigit kulit manusia atau binatang untuk menghisap darah mereka.

Biasanya bedbugs bersarang di celah-celah kasur, kotak pegas, sandaran tempat tidur, kerangka tempat tidur, atau benda-benda lain di sekitar kasur. Meskipun tidak berbahaya dan tidak menyebarkan penyakit menular, gigitan kutu kasur dapat menimbulkan reaksi tubuh serta menyebabkan stres secara psikis jika berlangsung terus-menerus.


Gigitan bedbugs atau kutu kasur tidak terasa nyeri, namun beberapa orang akan merasakan reaksi sesudahnya. Reaksi ini dapat muncul beberapa menit hingga dua minggu sesudah gigitan. Biasanya bedbugs menggigit di bagian wajah, leher, lengan dan tangan. 

  • Bintik merah, dengan titik merah kehitaman di tengahnya. Biasanya bintik-bintik itu dalam pola bergaris atau berkumpul.
  • Gatal-gatal.

Bedbugs umumnya banyak ditemukan di kendaraan atau pemukiman ramai yang sering berganti-ganti penghuni atau penumpang, seperti :
  • Ruang-ruang asrama.
  • Kereta atau bus.
  • Hotel.
  • Tempat pengungsian.
  • Kapal pesiar.
  • Penampungan tuna wisma.
  • Komplek apartemen.


Kutu kasur dapat menyebar dari satu tempat ke tempat lainnya dengan cara “menumpang” pada pakaian, tas, perabotan, kasur dan kardus-kardus. Bedbugs dapat dengan mudah merayap untuk berpindah antar kamar atau ruangan.

Keberadaan bedbugs juga tidak berkaitan dengan tingkat kebersihan lingkungan sekitar, karena yang dibutuhkan oleh serangga ini adalah lingkungan hangat yang memiliki banyak tempat untuk bersembunyi.

Selain kebersihan, faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan risiko terkena gigitan bedbugs yaitu resistensi kutu kasur terhadap obat antiserangga, serta frekuensi berpergian yang tinggi.


Umumnya diagnosis dilakukan oleh dokter dengan melalui pemeriksaan fisik pada bekas gigitan bedbugs, termasuk mengevaluasi kelainan pada kulit dan gejala-gejala yang dirasakan pasien. Jika memang didiagnosis terkena gigitan bedbugs, pasien harus segera memeriksa tempat tinggalnya untuk mencari lokasi serangga itu bersarang (misalnya pada celah-celah kasur, perabotan, atau tembok). Pasien kemungkinan harus melakukan pemeriksaan tempat tinggalnya pada malam hari, ketika bedbugs aktif.

  • Noda bintik gelap. yang biasa ditemukan pada matras atau alas tidur. Noda bintik ini merupakan kotoran bedbugs.
  • Sisa kulit luar. Bedbugs berganti kulit lima kali saat berkembang menjadi dewasa. Biasanya bekas kulit luar ini berwarna kuning pucat.
  • Noda kemerahan seperti karat. yang biasanya muncul pada sprei di mana seseorang tidak sengaja menghimpit bedbugs.


Umumnya bekas gigitan bedbugs yang berwarna kemerahan akan menghilang dengan sendirinya setelah satu hingga dua minggu. Penderita dapat mempercepat penyembuhan dengan cara mengoleskan krim hydrocortisone pada kulit yang digigit atau meminum obat antihistamin (antialergi).

Dokter juga dapat meresepkan antibiotik jika pasien menderita infeksi kulit akibat menggaruk bekas gigitan bedbugs. Setelah gejala sudah ditangani, pasien harus segera memberantas bedbugs. Hal ini cukup sulit karena bedbugs dapat bersembunyi cukup baik dan dapat hidup beberapa bulan tanpa makan.


Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk melindungi diri dari gigitan bedbugs, di antaranya dengan cara menyemprotkan cairan antiserangga, memasang kawat antiserangga yang dilapisi dengan pestisida permethrin, atau memakai pakaian yang menutupi kulit.

Sedangkan untuk mengantisipasi kemunculan bedbugs di tempat tinggal Anda, ada beberapa cara yang dapat dilakukan yaitu :
  • Berhati-hati saat di hotel. Periksalah alas tidur di kamar hotel, dan taruh tas atau koper di atas meja daripada di lantai.
  • Bersihkan tempat tinggal dari sarang burung atau kelelawar, karena bedbugs dapat menumpang pada tubuh burung atau kelelawar untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
  • Periksa barang bekas. Jika Anda membeli kasur, kursi, atau sofa bekas, periksalah dengan seksama sebelum membawa semua itu ke dalam rumah. Namun sebaiknya hindari membeli kasur atau kursi bekas.




SEMOGA BERMANFAAT

Monday, 22 May 2017

Metode Akupuntur Untuk Sciatica




Sciatica atau ischialgia adalah kumpulan gejala yang diakibatkan penyempitan atau keradangan pada saraf yang keluar dari sumsum tulang belakang antara L1 hingga S1. Sciatica sering terjadi bersamaan dengan nyeri pinggang dan sering menimbulkan kesulitan dalam berjalan dan bahkan kesulitan untuk berdiri. Gejala sciatica antara lain : nyeri satu sisi yang menjalar dari pinggang hingga kaki, rasa baal, kesemutan pada area yang dipersarafi oleh saraf yang sesuai, dan nyeri yang bertambah saat mengangkat kaki ke atas.

Sciatica dapat terjadi pada pria dan wanita. Sekitar 10% dari orang yang menderita nyeri pinggang juga mengalami sciatica. Pada sebagian besar pasien, sciatica dapat sembuh dengan spontan. Akan tetapi, sekitar 30% pasien mengalami nyeri yang menetap sehingga memerlukan terapi. Terapi konvensional antara lain peregangan, fisioterapi, obat pengurang rasa sakit (diclofenac), obat pelemas otot, maupun suntikan pada tulang belakang.


Penelitian akupuntur yang spesifik untuk sciatica tidak banyak tetapi menunjukkan bahwa akupunktur dapat mengurangi nyeri pada pasien sciatica. Akupuntur dapat membantu pasien nyeri pinggang dan sciatica melalui :
  • Mengurangi rasa nyeri – dengan merangsang saraf yang terletak pada otot dan jaringan tubuh lain, akupunktur akan merangsang pelepasan zat neurokimia di otak dan sumsum tulang belakang yang membantu mengurangi nyeri 
  • Mengurangi keradangan
  • Mengurangi penggunaan obat-obatan
  • Meningkatkan hasil terapi terutama jika dilakukan bersama dengan terapi konvensional lain seperti rehabilitasi medic
  • Meningkatkan perbaikan (regenerasi) saraf

Pada pasien dengan sciatica sering disertai dengan timbulnya Myofascia Trigger Points (MTrPs) pada daerah pinggang dan pantat. Penggunaan tehnik Akupuntur Myofascia dapat membantu pemulihan pasien dengan sciatica.




SEMOGA BERMANFAAT